Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot

Perdagangan waran terus menurun. Pada pekan kedua Oktober 2018, nilai transaksi waran hanya mencapai Rp 12 miliar dalam sepekan.

Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot
kontan
IHSG 

OCBC masih tertarik menerbitkan lagi surat utang berwawasan lingkungan (green bond). Tahun ini OCBC berencana merilis green bond senilai Rp 2 triliun pada Oktober mendatang.

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) juga mengincar tambahan modal sebesar Rp 2,9 triliun pada tahun depan. Pendanaan tersebut terdiri dari rencana rights issue sebesar Rp 600 miliar pada semester II 2019. Selain itu, ada pula rencana divestasi saham Pemerintah Provinsi Banten di Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) sebanyak 5,3% dengan target dana sekitar Rp 1 triliun.

Baca: Kementerian Keuangan Tepis Informasi Rupiah dalam Bahaya, Ini Alasannya

Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal

Data ekonomi dalam negeri masih memberi sentimen positif pada pergerakan rupiah. Rabu (17/10), kurs spot rupiah menguat 0,34% ke Rp 15.150 per dollar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga naik 0,18% menjadi Rp 15.178 per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, rupiah juga mendapat dorongan dari sentimen eksternal. Kritikan Donald Trump atas kenaikan suku bunga acuan Fed membuat kurs dollar AS turun.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, dollar AS juga terkoreksi akibat efek perang dagang. Ini nampak dari penurunan penjualan ritel AS serta munculnya proyeksi kenaikan tingkat pengangguran.

Di sisi lain, China merilis data inflasi naik 2,5% secara year to year (yoy) dari 2,3%. "Tapi yang perlu diwaspadai berikutnya adalah data produk domestik bruto (PDB) China, yang kemungkinan besar dapat memberikan sentimen negatif kepada dollar," kata Ibrahim.

Untuk hari ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 15.100-Rp 15.230 per dollar AS. "Pemerintah juga ingin membawa rupiah ke bawah Rp 15.000," kata dia. Sedang David memprediksi rupiah menguat secara teknikal dan bergerak di kisaran Rp 15.120-Rp 15.180 per dollar AS.

Proyeksi IHSG Antisipasi Kinerja Emiten

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil reli dua hari. Rabu (17/10), indeks ditutup naik 1,17% ke 5.868,62. Investor asing kembali mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 526,34 miliar.

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved