Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot

Perdagangan waran terus menurun. Pada pekan kedua Oktober 2018, nilai transaksi waran hanya mencapai Rp 12 miliar dalam sepekan.

Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot
kontan
IHSG 

Bertoni juga menyarankan memegang waran yang hanya untuk diperdagangkan dengan durasi yang panjang minimal satu tahun. Sebab, dalam jangka pendek atau mendekati jatuh tempo, biasanya perdagangan waran akan cenderung stagnan.

Analis Artha Sekuritas Dennies Chrisptoper juga merekomendasikan waran milik MEDC. Kemarin (16/10), harga MEDC-W ada di Rp 342, sedang harga saham MEDC di Rp 915.

Namun perlu diingat harga exercise waran MEDC Rp 625. "Karena itu fundamental dan prospek perusahaan ke depan sangat penting diperhatikan," ujar dia.

Bank Siap Meramaikan Perburuan Pendanaan di Bursa

Sejumlah bank tengah mempersiapkan rencana pengembangan bisnis dan ekspansi pada tahun depan. Bank Bukopin misalnya yang berencana mencari pendanaan serta penguatan modal di tahun 2019 mendatang.

Direktur Keuangan Bukopin Rachmat Kaimuddin menyebut, setidaknya tahun depan bank berkode saham BBKP ini akan mencari dana sebesar Rp 1,5 triliun di pasar modal. Instrumen yang paling memungkinkan antara lain menerbitkan obligasi subordinasi alias subdebt.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan refinancing subdebt Bank Bukopin sebesar Rp 1,5 triliun yang jatuh tempo pada bulan Maret 2019. Lantaran kondisi pasar saat ini masih cenderung naik turun alias volatil, kemungkinan besar penguatan modal Bukopin bakal dilakukan secara kombinasi.

Setidaknya, Bank Bukopin akan menggelar satu aksi korporasi pada kuartal pertama tahun 2018. "Secara umum ada subdebt yang jatuh tempo. Bentuk refinancing bisa sebagian dari sekuritisasi, obligasi atau subdebt," katanya, Selasa (16/10) malam.

Sebelumnya, Bukopin juga berencana melakukan divestasi saham anak usahanya yakni PT Bank Syariah Bukopin sebanyak 40% tahun ini. Namun, rencana tersebut terpaksa mundur lantaran kondisi pasar yang belum menarik, ditambah masuknya pemegang saham baru.

PT Bank OCBC NISP Tbk juga berniat melakukan aksi korporasi di tahun depan. Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, setidaknya ada kemungkinan pencarian dana sebesar Rp 7 triliun di tahun 2019.

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved