Per September Laba Pegadaian Rp 1,98 T: Begini Prediksi IHSG dan Rupiah

Kinerja PT Pegadaian masih terus positif. Pencapaian laba perusahaan pelat merah ini sudah mencapai 72,8% dari target

Per September Laba Pegadaian Rp 1,98 T: Begini Prediksi IHSG dan Rupiah
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Pegadaian 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja PT Pegadaian masih terus positif. Pencapaian laba perusahaan pelat merah ini sudah mencapai 72,8% dari target hingga akhir tahun nanti.

Per September lalu, PT Pegadaian telah mencatatkan perolehan laba sebesar Rp 1,98 triliun. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, laba sebesar Rp 1,98 triliun, berasal dari outstanding loan berbasis gadai dan Krasida sebesar 85%. Sisanya BUMN ini mendapatkan untung dari non gadai atau fidusia. "Pertumbuhan laba per September 2018 yakni 6,39% year on year (yoy)," katanya kepada KONTAN, Selasa (16/10).

Seiring pertumbuhan laba, pendapatan Pegadaian juga meningkat. Pendapatan perusahaan ini di kuartal III-2018 sebesar Rp 8,48 triliun atau tumbuh 9,37% secara year on year (yoy).
Untuk memenuhi target, perusahaan pelat merah ini menjalankan berbagai strategi. Seperti mengejar jumlah agen sebanyak 8.044 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai dari agen gadai, pemasaran dan sales force hingga akhir tahun.

Sedangkan salah satu cara menggenjot laba perusahaan ini adalah membuat Pegadaian Digital Service. Aplikasi ini menawarkan berbagai kemudahan bagi masyarakat agar dapat mengakses jasa Pegadaian.
Salah satu layanan dalam aplikasi Pegadaian Digital Servi ini adalah program tabungan emas. Ini merupakan layanan jual beli emas yang dapat diakses oleh nasabah secara real-time. Harianto mengatakan, dalam dua bulan terakhir penjualan emas melalui

Pegadaian Digital Service mencapai angka lumayan. "Terhitung selama dua bulan ini, Agustus dan September penjualan emas melalui aplikasi mencapai 25 kg per bulan," katanya
Jika diakumulasikan sejak peluncuran aplikasi ini pada bulan April lalu hingga saat ini, perusahaan telah menjual 80 kg emas. Pegadaian juga kian ekspansif dengan menyalurkan pembiayaan ke perusahaan financial technology.

Baca: OJK: Dana Pensiun Masih Kebal Fluktuasi Pasar Modal

Kontribusi Ruas Tol Baru Waskita Belum Signifikan

Sebelum tahun 2018 berakhir, PT Waskita Toll Road akan mengoperasikan ruas jalan tol baru sepanjang 110 kilometer (km). Ruas jalan tol itu terdiri Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I dan Solo-Ngawi.
Namun Waskita Toll memperkirakan, kontribusi pendapatan dari ruas tol anyar tersebut belum akan signifikan. "Masih kecil pendapatan kami dari tol," kata Herwidiakto, Direktur Utama PT Waskita Toll Road kepada KONTAN, Selasa (16/10).

Asal tahu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 13 ruas tol baru akan beroperasi para kuartal IV 2018. Sebanyak empat ruas tol beroperasi pada bulan ini dan dua ruas tol beroperasi mulai November. Tujuh ruas tol lagi akan beroperasi per Desember tahun ini. Ruas-ruas tol milik Waskita Toll tadi, termasuk di dalamnya.

Mengintip informasi dalam laporan keuangan semester I 2018 PT Waskita Karya (Persero) Tbk, induk usaha Waskita Toll Road, pada 7 November 2017, Waskita Toll menerbitkan medium term note (MTN) tahap I sebesar Rp 786,37 miliar dengan jatuh tempo 12 November 2018. Hasil perolehan MTN untuk dana talangan pembebasan lahan sejumlah ruas tol.

Sementara nilai aset Waskita Toll sebelum eliminasi per 30 Juni 2018, tercatat Rp 47,32 triliun atau turun 3,51% year to date (ytd). Adapun kinerja bottom line membaik. Pada semester I 2018, Waskita Toll mengantongi laba bersih tahun berjalan Rp 1,46 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, mereka menanggung rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 352,63 miliar.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved