Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pendeta Effert: Sulut Rumah Kita Bersama

Effert Yance Dodolang menyebut keberagaman dan kebersamaan yang selama ini dibina secara baik di Sulut perlu direnungkan kembali esensinya

Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
Ist
Penyelenggara Kristen Kemenag Bolmong, Effert Yance Dodolang 

Laporan Wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

LOLAK, TRIBUNMANADO.CO.ID – Beberapa hari terakhir Kota Manado dihebohkan dengan isu penolakan kedatangan salah satu tokoh agama di Bandara Sam Ratulangi oleh sejumlah ormas.

Hal ini mengundang keprihatinan mendalam sekaligus harapan ke depan untuk Kota Manado terutama provinsi Sulawesi Utara yang selama ini terkenal rukun dan damai.

Menyikapi hal ini Penyelenggara Kristen Kemenag Bolmong, Effert Yance Dodolang menyebut keberagaman dan kebersamaan yang selama ini dibina secara baik di Sulut perlu direnungkan kembali esensinya.

"Direnungkan dalam artian kita harus menyadari bahwa slogan Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan’ kembali mendapat ujian yang luar biasa melalui pertiwa tersebut," ucap Pendeta Effert Dodolang, Rabu (17/10).

Kasus semacam ini menurutnya harus diwaspadai oleh semua elemen masyarakat apapun agama, suku dan budaya yang dianutnya.

"Manado, Sulut adalah rumah kita bersama yang dibangun oleh para datuk tempat berdiam semua suku dan agama yang berbeda. Mari jo torang bangun bae-bae semua untuk anak cucu, hindari kebencian hindari kecurigaan, rawat perbedaan, dan bangun kebersamaan karena torang samua basudara," sambungnya.

Namun, di balik itu ia menilai ada nilai positif yang bisa dipetik melalui peristiwa tersebut agar kita lebih mawas diri, mengendalikan dan mengontrol diri serta tak mudah terpancing dengan isu dan informasi yang beredar.

"Saya berharap masyarakat Bolaang Mongondow melalui lembaga-lembaga keagamaan khususnya umat Kristiani tidak terpancing dan tetap mengutamakan kerukunan," harap Effert.

Sementara itu Kasubag TU, Shabri Makmur Bora juga mengharapkan peran serta para tokoh agama dan ASN di lingkungan Kemenag Bolmong untuk memberikan angin penyejukan baik di medsos maupun di dunia nyata.

"Apalagi Bolmong ini adalah daerah yang multikultur terdiri dari berbagai agama dan budaya. Kita harus bisa membawa kesejukan di tengah-tengah umat. Hindari postingan yang berbau provokasi yang berpotensi merusak kerukunan beragama," pungkasnya.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved