Memacu Pertumbuhan Kredit: Para Bankir Memetakan Kondisi Ekonomi

Kalangan perbankan masih terus mencari cara meningkatkan kredit. Kondisi ekonomi yang masih belum stabil membuat bankir memang

Memacu Pertumbuhan Kredit: Para Bankir Memetakan Kondisi Ekonomi
kontan
Ilustrasi saham 

Jika sebagian besar emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar turun, kapitalisasi BBCA per 15 Oktober justru naik, yakni sebesar Rp 582 triliun, atau naik Rp 47 triliun dari akhir 2017. Akibatnya, BBCA berada di posisi puncak melewati kapitalisasi pasar PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp 441 triliun, atau turun Rp 107 triliun.

Baca: Proyeksi IHSG Terkoreksi Lagi

Valdy Kurniawan, analis Phintraco Sekuritas, mengatakan, susunan emiten dengan kapitalisasi pasar saham terbesar tidak banyak berubah dibandingkan akhir 2017. "Yang paling menarik memang hanya BBCA yang naik," ujar dia. Kondisi tersebut, menurut dia, berbeda dengan rata-rata emiten sektor perbankan, yang kapitalisasi pasarnya menurun.

Ini nampak dari indeks finance BEI yang turun 8,13% secara year to date (ytd). Valdy berpendapat, kenaikan kapitalisasi pasar BBCA lantaran saham ini memang menarik dan banyak diburu oleh investor. BBCA juga dinilai menarik dari segi fundamental. "Fokus pasar BBCA lebih ke arah ritel, sehingga relatif lebih bertahan terhadap perubahan suku bunga," jelas Valdy.

Saham konsumer

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra menambahkan, selama dua kuartal di tahun ini, kinerja sektor konsumer memang terlihat stagnan. Berbeda dengan pertumbuhan kinerja emiten perbankan yang tumbuh lebih tinggi. Bahkan jika disandingkan, indeks saham konsumer turun lebih dalam dibanding indeks sektor keuangan, yakni turun 15,59% secara ytd.

Hingga akhir tahun ini, posisi kapitalisasi pasar menurut Valdy tidak akan banyak berubah. "Saham emiten perbankan, semen dan barang konsumsi secara historis berpotensi rebound jelang tutup tahun," ujar dia. Valdy menambahkan, saham sektor barang konsumsi menarik dan bisa tumbuh 3%-8% di akhir tahun ini.

Sementara, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menyarankan saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan target harga masing-masing Rp 3.500 dan Rp 8.000. (Galvan Yudistira/Dimas Andi Shadewo/Krisantus de Rosario, Avanty Nurdiana)

Peringkat Kapitalisasi Pasar
(dalam Rp triliun)
Periode 15 Oktober 2018
Periode 28 Desember 2017

Nama Emiten
Nilai Kapitalisasi
Nama Emiten
Nilai Kapitalisasi

BBCA
582
HMSP
548

HMSP
441
BBCA
535

BBRI
366
BBRI
443

TLKM
363
TLKM
443

UNVR
333
UNVR
415

BMRI
295
BMRI
367

ASII
277
ASII
326

GGRM
141
BBNI
183

BBNI
130
GGRM
157

UNTR
117
UNTR
129

Sumber: BEI

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved