Ipe Ungkap Upaya Broker Ekspor Impor Adang Kemajuan IHP Bitung

Provinsi Sulut menghadapi tantangan dalam upaya mewujudkan Pelabuhan Bitung sebagai Internasional Hub Port (IHP).

Ipe Ungkap Upaya Broker Ekspor Impor Adang Kemajuan IHP Bitung
Darwis Muksin Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Provinsi Sulut menghadapi tantangan dalam upaya mewujudkan Pelabuhan Bitung sebagai Internasional Hub Port (IHP).

Hal itu diungkap oleh Darwis Muksin Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Rabu (17/10/2018).

Meski sudah mengantongi Kepres 26 tahun 2012, bahkan Pelabuhan Bitung sudah masuk dalam blue print sistem logistik nasional, tak lantas IHP Bitung mulus-mulus saja, 6 tahun berlalu sejak mengantongi Kepres, masih sulit menembus rintangan efektif menjadi IHP seutuhnya.

Baca: Pemerintah Ingin Bangun RR III Tahun Ini, Tapi Waktunya Mepet

Ia menyebut tantangan itu datang dari para pemain disebut broker ekspor dan impor yang tak ingin aktivitas bisnis dipindah ke IHP Bitung.

"Pemerintah pusatnya harusnya fair, menghilangkan para pemain broker-broker di Surabaya dan Jakarta," sebut Ipe sapaan akrab Muksin

Bisnis ekspor impor memang sampai saat ini masih terpisah di Jawa yakni Surabaya dan Jakarta, meski secara jarak ke tujuan ekspor tidak efektif dan berbiaya tinggi.

Jika ingin ekspor barang masuk dulu ke Jakarta atau Surabaya, lalu baru ke negara tujuan ekspor.

Baca: Sulut Siapkan Event Christmas Festival, Pecahkan Rekor Nyanyi Massal Silent Night

Padahal dari segi jarak Bitung lebih dekat ke negara-negara Asia Pasifik.

Sebab itu dalam sistem logistik nasional hanya ada dua pintu masuk ekspor impor.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved