Diseprindagkop Bolsel Berjuang Untuk Mendapatkan Logo Halal
Agar produk UKM di Kabupaten Bolsel bisa dipasarkan sampai ke luar daerah, maka Disperindagkop berjuang untuk mendapatkan logo halal
Penulis: | Editor:
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
MOLIBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Agar produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bisa dipasarkan sampai ke luar daerah, maka Dinas Perindustrian Perdagangan dan Kooperasi (Disperindagkop) berjuang untuk mendapatkan logo halal.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Disperindagkop Amstrong Apollo, Rabu (17/10) di ruang kerjanya bahwa ada beberapa mekanisme yang harus dipenuhi agar perjuangan tersebut berhasil.
"Yang pertama itu hasil produk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan komposisi kandungan yang ada pada produk tersebut," jelasnya.
Setelah itu akan mendapatkan merek dagang komoditi secara paten dan hasil tersebut diantar ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk legalitas produk.
"Nah harus diketahui saat ini sementara inventarisasi adalah produk UKM dan IKM yang telah dikembangkan di Bolsel," jelasnya.
Dicontohkan seperti keripik pisang, minyak kelapa kampung, brownies pisang, dan berbagai produk lainnya yang kini terus dikembangkan.
"Ini langkah awal dalam mendapatkan kemasan produk tertentu," jelasnya.
Kata dia, pihaknya tidak akan kapok untuk terus berupaya memperjuangkan produk-produk daerah yang bernilai ekonomi untuk memiliki lebel dari MUI.
Bahkan jika memungkinkan pihak yang bersangkutan akan diundang ke Bolsel untuk melihat secara langsung pengolahan produk khususnya bahan makanan yang higienis dan halal.
"Pada intinya kami benar-benar siap, tidak ada yang dapat membendung langkah kami agar sektor perekonomian masyarakat lewat UKM," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bolsel_20181017_163932.jpg)