Terungkap, ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Donald Trump saat di Filipina Tahun Lalu

Kelompok teroris ISIS dilaporkan sempat berusaha melakukan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Manila

Terungkap, ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Donald Trump saat di Filipina Tahun Lalu
Nicholas Kamm / AFP
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Kelompok teroris ISIS dilaporkan sempat berusaha melakukan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Manila, Filipina, tahun lalu.

Akan tetapi rencana pembunuhan presiden itu dapat digagalkan oleh agen dinas rahasia AS, Secret Service.

Melansir dari Newsweek, pada November 2017 lalu, Trump turut hadir dalam konferensi tingkat tinggi ASEAN yang digelar di Manila, Filipina. Pada kesempatan itu, Trump sempat bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte.

Namun sebelum Trump tiba di Manila, agen Secret Service telah menangkap tersangka anggota ISIS yang merencanakan pembunuhan presiden.

Upaya percobaan pembunuhan yang gagal itu awalnya dirahasiakan, namun terungkap dalam tayangan khusus National Geographic pada Minggu (14/10/2018) lalu yang membahas tentang kiprah agen rahasia AS tersebut.

Program tayangan tersebut berjudul "United State Secret Service: On the Front Line".

Menurut tayangan tersebut, ancaman terhadap Trump pertama muncul di media sosial, sebelum presiden berangkat ke Manila.

Dalam sebuah akun twitter yang tak diungkapkan, terdapat twit yang bertuliskan, "Akan berada di Manila pada saat yang sama dengan Trump. Saya akan melakukannya untuk rekan-rekan tim".

Postingan tersebut turut menyertakan foto Lee Harvey Oswald, pelaku pembunuhan Presiden John F Kennedy.

Sebelum Trump tiba di Filipina, ISIS juga merilis serangkaian video yang mengandung pesan ancaman kepada presiden.

Halaman
12
Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved