Syamsuriyalam Mengaku Tak Tahu Jika Tas yang Dibawanya Berisi Sabu Seberat 879 Gram

Syamsuriyalam telah menjelaskan bahwa dirinya memang telah membawa tas dari Kalimantan menuju Makassar dengan menggunakan jalur laut.

Syamsuriyalam Mengaku Tak Tahu Jika Tas yang Dibawanya Berisi Sabu Seberat 879 Gram
Istimewa
Pengadilan Negeri Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Jurus menyangkal atau berkelit ikut diterapkan terdakwa Syamsuriyalam dan Gazali Gusti, saat Majelis Hakim PN Manado yang diketuai Halimah Umaternate menggelar sidang agenda pemeriksaan terdakwa.

Di hadapan Majelis Hakim, terdakwa Syamsuriyalam telah menjelaskan bahwa dirinya memang telah membawa tas (berisi Narkoba jenis Sabu) dari Kalimantan menuju Makassar dengan menggunakan jalur laut.

Dari Makassar, terdakwa kemudian begerak ke Gorontalo menggunakan jalur darat.

“Dari Gorontalo saya menggunakan mobil rental menuju ke Manado,” terang Syamsuriyalam ketika mengikuti sidang Senin (15/10/2018) di Pengadilan Negeri Manado.

Namun, terdakwa Syamsuriyalam berkelit kalau dirinya mengetahui isi dalam tas.

“Perjalanan dari Kalimantan menuju ke Manado, menghabiskan waktu tiga hari. Saya dibawa ke hotel untuk beristirahat. Tapi saya tidak mengetahui tas itu berisi Narkoba. Saya hanya membawanya,” ujar terdakwa, coba untuk mengelabui Majelis Hakim.

Di sisi lain, terdakwa Gazali juga membantah kalau dirinya berada di Manado selama sebulan lebih, bertugas untuk menyambut kedatangan terdakwa Syamsuriyalam dengan tas berisikan Sabu.

“Saya disuruh menunggu kiriman dari Malaysia. Tapi bukan Narkoba, melainkan samurai antik dari Malaysia,” kelit terdakwa Gazali.

Usai kedua terdakwa diperiksa, Majelis Hakim kemudian kembali menunda alur persidangan hingga pekan depan.

Sekedar diketahui, kedua terdakwa telah didakwa bersalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) RD Pelupessy bersama Ledrik Takaendengan dengan Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Semua berawal, ketika keduanya tertangkap basah tim Resnarkoba Polda Sulut di kamar 102 Hotel Kolongan Beach Indah, Rabu (25/4/2018) lalu, memiliki Sabu seberat 879 gram, yang disimpan di dalam laci kamar.

Menurut hasil pemeriksaan, barang terlarang (Sabu) itu ternyata telah dibawa terdakwa Syamsuriyalam atas perintah lelaki Pai Cay.

Bahkan, dalam tugas kurirnya, terdakwa Syamsuriyalam telah dijanjikan fee sebesar Rp 130 juta beserta bonus Rp 20 juta.

Sedangkan, terdakwa Gazali memiliki tugas untuk mengedarkan Sabu.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved