Gempa Palu

Pemerintah Siap Bangun 'Palu Baru', Warga di Daerah Terdampak Tsunami-Likuefaksi Akan Direlokasi

Pemerintah tidak akan membangun kembali daerah terdampak tsunami dan likuefaksi di Kota Palu

Pemerintah Siap Bangun 'Palu Baru', Warga di Daerah Terdampak Tsunami-Likuefaksi Akan Direlokasi
ISTIMEWA
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono 

TRIBUNMANADO.CO,ID, JAKARTA - Pemerintah tidak akan membangun kembali daerah terdampak tsunami dan likuefaksi di Kota Palu. Pemerintah akan merelokasinya ke daerah lain yang lebih aman secara geografis. Daerah itu disebut "Palu Baru".

"Untuk Palu, kan terjadi tiga hal, yakni gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi dan itu mengakibatkan berubah semua. Sehingga kita mau bangun 'Palu Baru'. Otomatis ya kita harus membangun masterplan baru," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono di Istana Presiden, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Rencananya, ada 3 area yang akan menjadi tempat relokasi, yakni Kelurahan Duyu, Kelurahan Tondo dan Pembewe.

Masterplan "Palu Baru" itu sendiri dikerjakan Deputi Regional Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) bersinergi dengan kementeriannya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta melibatkan pakar geologi.

"Mereka sudah bekerja di lapangan dan hari ini sudah kembali. Dalam dua pekan ke depan, harus saya laporkan ke Wakil Presiden untuk dirapatkan dengan pemerintah daerah dan lainnya. Karena masterplan ini harus diteruskan ke sana," ujar Basuki.

Pembangunan "Palu Baru" itu akan dilangsungkan mulai tahun 2019 mendatang dan direncanakan rampung pada tahun 2021.

Berita di tribunmanado.co.id ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Bangun "Palu Baru", Daerah Terdampak Tsunami dan Likuefaksi Tak Dibangun Kembali"

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved