Saat Adang Tokoh 212, Ormas Adat Kesal Otoritas Bandara Sam Ratulangi Manado
Saat mengadang tokoh 212, perwakilan ormas adat Minahasa sempat berdebat dengan otoritas Bandara Sam Ratulangi, Senin (15/10/2018).
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perwakilan ormas adat Minahasa sempat berdebat dengan otoritas bandara Sam Ratulangi, Senin (15/10/2018) sore.
Perdebatan terjadi saat mereka mengadang kedatangan tokoh 212 Habib Alwi Bin Smith dan seorang saudara Ketua FPI Habib Razieq
Steven Tumbuan perwakilan ormas menyatakan, awalnya mereka berada di bandara.
Mereka ingin bertemu dengan dua tokoh 212 yang mereka nilai intoleran.
"Kami ingin sampaikan maksud kami dengan baik baik," kata dia.
Baca: BREAKING NEWS: Ormas Minahasa Adang Pentolan 212 di Bandara Manado
Namun, otoritas bandara mengusir mereka.
"Mereka mengusir kami dengan kasar sekali, kami lantas walk out," kata dia.
Steven menyesalkan pengusiran itu.
Menurutnya, mereka tidak bermaksud anarkis.
Baca: (VIDEO) Suasana Aksi Massa 212 yang Kawal Pemeriksaan Amien Rais di Depan Polda Metro Jaya
Lebih lanjut, Steven mempertanyakan pemerintah yang terkesan membiarkan, bahkan melindungi para pelaku intoleran.
"Sudah tahu mereka bisa membuat instabilitas di sini, tapi malah dibiarkan masuk kemari," kata dia.
Steven mengancam bakal melakukan aksi untuk mengadang kedatangan dua habib itu.
Baca: Amien Rias ke Polda Dikawal Alumni 212, Fahri Hamzah: Itu Adalah Dukungan
Steven menggarisbawahi bahwa aksi yang mereka lakukan itu bukan untuk melarang tabligh akbar.
"Kalau tablighnya kami dukung, kami hanya tolak kehadiran dua ustad itu," kata dia. (art)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto_20181015_152835.jpg)