Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mencari tokoh 212, Massa Ormas Minahasa Bertemu Antasari Azhar di Bandara Sam Ratulangi

Saat mengadang dua tokoh 212 yang akan masuk Manado, massa ormas adat Minahasa malah bertemu Antasari Azhar

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Indry Panigoro

TRIBUNMADO.CO.ID, MANADO - Hendak menolak kedatangan dua ustaz yang dituding intoleran, yakni Habib Muhammad Bahar Bin Ali Bin Smith dan Habib Muhammad Bin Abdurrahman Al-Athos, massa ormas adat Minahasa malah bertemu dengan Antasari Azhar.

Mantan ketua KPK ini tepergok di dalam mobil yang keluar dari Bandara Sam Ratulangi Manado.

Massa menyambut Antasari Azhar dengan antusias.

Baca: Diiringi Kabasaran, Massa Ormas Adat Masuki Bandara

Diiringi tarian kabasaran, massa ormas adat Minahasa memasuki bandara Samratulangi Manado, Jumat (15/10/2018).
Diiringi tarian kabasaran, massa ormas adat Minahasa memasuki bandara Samratulangi Manado, Jumat (15/10/2018). ()

Sementara Azhar pun terlihat senang dengan sambutan massa.

"Beliau menjabat tangan para pemimpin ormas," cerita Christian Rondonuwu salah satu anggota ormas.

Baca: BREAKING NEWS: Ormas Minahasa Adang Pentolan 212 di Bandara Manado

Christian tidak tahu apa agenda Antasari Azhar di Manado.

Amatan Tribunmanado.co.id, anggota ormas adat makin banyak memadati bandara.

Baca: Ormas Adat Kesal Otoritas Bandara

Mereka menanti kedatangan dua ustads yang direncanakan datang pada pukul 4 sore. 

Steven Tumbuan, koordinator aksi menyatakan, Habib Smith ditolak karena merupakan sosok yang intoleran.

"Mereka tokoh-tokoh anti-NKRI," kata dia.

Ratusan personil Polda Sulut dan Polresta Manado menjaga ketat bandara Sam Ratulangi Manado dari ormas adat atas penolakan dua pentolan gerakan 212
Ratusan personil Polda Sulut dan Polresta Manado menjaga ketat bandara Sam Ratulangi Manado dari ormas adat atas penolakan dua pentolan gerakan 212 (TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO)

Dikatakan Steven, ada sembilan ormas yang bergabung dalam aksi.

Sebut dia, pihaknya dalam aksi mengedepankan kedamaian.

Senjata tajam tak dibawa, miras dilarang.

"Kami hanya ingin ketemu dua ustad itu dan katakan mereka kami tolak, itu saja," kata dia. 

 (art)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved