Sidang Kasus Pemecah Ombak di Likupang

Direktur BNPB Dituntut 6 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang Minut

Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni Junjungan Tambunan dituntut 6 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Direktur BNPB Dituntut 6 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang Minut
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
Junjungan Tambunan di Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Salah satu Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni Junjungan Tambunan dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang tuntutan, Senin (15/10/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Junjungan dituntut atas keterlibatannya dalam kasus korupsi pembangunan proyek pemecah ombak di Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulut.

Dalam tuntutan tersebut Junjungan diketahui menerima uang senilai Rp 1 Miliar dari Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) guna memuluskan pencairan proyek berbanderol Rp 15 miliar tersebut.

"Dengan ini menuntut terdakwa dengan pidana selama 6 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidaer 3 bulan, dan uang pengganti sebanyak Rp 1 Miliar," ujar JPU Helena di depan majelis hakim yang diketuai oleh Vincentius Banar.

Usai mendengarkan tuntutan, Junjungan tampak terkejut dan meminta waktu kepada kuasa hukumnya.

"Jadi terdakwa dituntut dengan penjara selama 6 tahun, silakan ajukan pembelaan melalui kuasa hukum. Untuk agenda pledoi akan kita laksanakan pada Jumat (19/10/2018)," pungkas Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar seraya menutup persidangan.

Kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Likupang Minahasa Utara ini pertama kali dilaporkan oleh Ketua MJKS Stenly Towoliu pada tahun 2016 lalu.

Ia curiga karena proyek pemecah ombak ini tidak melalui proses tender tapi melalui penunjukan langsung.

Padahal sesuai aturan, proyek yang nilainya di atas Rp 200 juta semuanya harus melalui tender.

Kejati lalu melakukan pemeriksaan dan mendapatkan ada beberapa pengerjaan proyek tersebut yang diduga bermasalah.

Halaman
1234
Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved