Paus Fransiskus Resmikan Dua Tokoh Paling Kontroversial Menjadi Orang Suci

Surat yang dikirimnya kepada seluruh uskup tahun 1968 – Humane Vitae – menegaskan kembali penentangan gereja terhadap kontrasepsi buatan.

Paus Fransiskus Resmikan Dua Tokoh Paling Kontroversial Menjadi Orang Suci
Chatolic.org
Paus Fransiskus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Paus Fransiskus akan melakukan kanonisasi dua tokoh paling kontroversial dalam Gereja Katolik Roma.

Keduanya adalah Uskup Agung El Salvador Oscar Romero dan Paus Paulus VI.

Kantor berita Perancis AFP, seperti yang dikutip Voice of America, melaporkan, Paus akan mengenakan sabuk tali bernoda darah milik Romero selama upacara di Vatikan, Minggu (14/10).

Romero ditembak mati oleh kelompok sayap kanan ketika merayakan misa di sebuah kapel rumah sakit di El Salvador tahun 1980.

Baca: Vatikan Menantikan Undangan Resmi dari Kim Jong Un

Romero dikenal sebagai “suara mereka yang tidak bersuara.” Ia adalah seorang pejuang bagi kelompok miskin dan kerap mengecam aksi kekerasan oleh diktator militer di El Salvador.

Upaya untuk menjadikannya sebagai orang suci selama bertahun-tahun tertahan oleh sikap para uskup konservatif yang merasa tidak nyaman dengan Teologi Pembebasan Romero, sementara lainnya mengatakan Romero dibunuh karena alasan politik, bukan agama. 

Paus Fransiskus, paus pertama yang berasal dari Amerika Latin, pada 2015 telah meratifikasi Romero sebagai “martir” setelah paus sebelumnya, Benediktus XVI, memuji Romero. 

Adapun Paus Paulus VI yang dilahirkan sebagai Giovanni Battista Montini, memimpin reformasi Dewan Vatikan Kedua yang memodernkan Gereja Katolik, di mana salah satunya memungkinkan melakukan misa dengan menggunakan bahasa lokal dan bukan hanya bahasa Latin.

Ia menjadi paus pertama yang melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk menemui umat Kristiani.

Surat yang dikirimnya kepada seluruh uskup tahun 1968 – Humane Vitae – menegaskan kembali penentangan gereja terhadap kontrasepsi buatan.

Baca: Paus Fransiskus Menyamakan Aborsi dengan Menyewa Pembunuh Bayaran

Dokumen itu menjadi salah satu surat paus yang paling dipermasalahkan dan diabaikan, di mana sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umat Katolik mengabaikannya dan menggunakan berbagai bentuk kontrasepsi buatan. 

Selain Romero dan Paul VI, Paus Fransiskus juga melakukan kanonisasi atas dua biarawati, dua pastur dan seorang warga biasa. (*)

Sumber: VOA

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved