Aliansi Mahasiswa di Tondano Gelar Pesta Seni dan Budaya untuk Korban Bencana Sulteng

Beberapa organisasi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa di Tondano memiliki cara berbeda mencari dana

Aliansi Mahasiswa di Tondano Gelar Pesta Seni dan Budaya untuk Korban Bencana Sulteng
Aliansi Mahasiswa di Tondano Gelar Pesta Seni dan Budaya Untuk Sulteng 

“Awalnya rencana ini “mustahil” untuk dilaksanakan karena hanya dua minggu untuk dipersiapkan. Akan tetapi karena dukungan dan partisipasi dari kawan-kawan sekalian, kegiatan besar ini dapat terlaksana”, tambahnya.

Organisasi-organisasi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa di Tondano terdiri dari Sanggar Seni Tetengkoren Fakultas Ekonomi UNIMA, Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA Tondano), Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (MHDI Unima), Perhimpunan Mahasiswa Toraja (PERMATA Tondano), Ikatan Mahasiswa Karo Tenah Perburu (IMKA Unima), Ikatan Kerukunan Mahasiswa Batak Indonesia (IMBI Tondano), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Tondano Santo Paulus, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Santo Petrus Unima, Keluarga Mahasiswa Maluku Tenggara (KMMALRA) di Sulawesi Utara, dan Forum Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan (FKMTK Tondano). Aliansi tersebut merupakan gabungan dari berbagai organisasi baik paguyuban dan keagamaan.

Ketua Presidium PMKRI Tondano periode 2018-2019, Deysemca Indra Muda menuturkan bahwa PMKRI dalam kegiatan ini sebagai mitra kerja KMK Unima dengan organisasi (paguyuban). “Peran PMKRI dalam pentas ini sebagai organisasi mitra bersama KMK yang menarik minat kepada paguyuban untuk menampilkan tradisi lokal (tarian daerah).

PMKRI sendiri mendukung dan siap menyukseskan pentas seni ini”, kata mahasiswa Fakultas Teknik (Fatek) Unima ini. PMKRI Tondano mengambil bagian dalam sesi Orasi Kepedulian.

Senada dengan Deysemca, Ketua MHDI cabang Unima, I Gusti Ayu Mirahyanti mengatakan MHDI sangat senang karena bisa bergabung dan mengenal banyak etnis dan organisasi mahasiswa yang ada di Tondano ini dan harapannya .

“MHDI sangat senang dan menyukai kegiatan seperti ini karena bisa mengenal berbagai suku-suku dan organisasi lain. Sangat berharap ada kegiatan seperti ini lagi untuk membangun persatuan kita semua di tanah rantau (Minahasa) ini”, harapnya.

Rundown acara pentas seni dan budaya ini dibuka dengan doa yang dibawakan oleh MHDI. Sedangkan pembukaannya dengan Tarian Kabasaran yang dipentaskan oleh sanggar Seni Tetengkoren FEKON Unima, selanjutnya paguyuban-paguyuban yang lain.

Bukan hanya kearifan lokal yang dipersembahkan, ada juga kelompok band dan orasi kepedulian.

Penggalangan dana ini dilakukan dengan menjula tiket dengan harga 10 ribu per-tiket yang mana telah dibagikan kepada para pengurus organisasi untuk menjualnya. Menurut informasi yang didapatkan bahwa dana sementara yang terkumpul berjumlah 5 juta. Sisanya akan dikonfirmasi oleh penanggungjawab kegiatan dan kemudian dikelola untuk kepentingan korban bencana alam di Donggala, Palu dan sekitarnya.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 18.00 Wita hingga pukul 21.30 Wita. Jumlah hadirin dalam kegiatan ini yakni 300 orang.

 
 

Penulis: David_Manewus
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved