TRAM Raih Kontrak Baru Pertambangan

PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) merealisasikan pengembangan bisnis infrastruktur logistik pertambangan batubara di Kalimantan Timur.

TRAM Raih Kontrak Baru Pertambangan
kompas.com
Aktivitas penambangan batubara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) merealisasikan pengembangan bisnis infrastruktur logistik pertambangan batubara di Kalimantan Timur.

Melalui anak usahanya, PT Gunung Bara Utama, perusahaan ini baru saja meraih kontrak kerjasama penggunaan infrastruktur tambang dari PT Citra Dayak Indah (CDI).

Sekretaris Perusahaan TRAM Asnita Kasmy menjelaskan, kerjasama ini memiliki jangka waktu tiga tahun hingga 8 Oktober 2021. "Volume produksi yang bisa dihasilkan minimal sebesar 700.000 metrik ton per tahun," kata dia dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/10).

Menurut Direktur Utama TRAM, Soebianto Hidayat, dengan potensi yang ada, volume batubara bahkan dapat bertambah menjadi 1 juta metrik ton per tahun. "Tentunya kerjasama infrastruktur logistik akan memperluas kegiatan usaha TRAM dan akan memberikan keuntungan kepada pemegang saham," ujar dia, Rabu (10/10).

Sebagai gambaran, CDI memiliki tambang batubara seluas 5.000 hektare (ha) di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Asnita menambahkan, selain di Kaltim, perusahaan ini tidak menutup kemungkinan memperluas cakupan wilayah hingga Kalimantan Tengah.

Pengembangan bisnis ini merupakan cara TRAM untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini usaha pertambangan. Tahun lalu, TRAM melalui PT Gunung Bara Utama, juga telah menekan sejumlah kontrak jasa pertambangan. Salah satunya dengan PT VPR Laxmindo untuk jangka waktu lima tahun.

Menurut perjanjian, ada opsi untuk perpanjangan kerjasama selama tiga tahun dengan jumlah total batubara sekitar 5,2 juta ton dan jumlah overburden sebesar 59,3 juta bcm. GBU juga meneken perjanjian jual beli batubara dengan PT Alfa Energi Investama Tbk sejumlah 1,5 juta ton.

Pada semester I-2018, pendapatan TRAM naik 792% menjadi US$ 93,62 juta. Mayoritas diperoleh dari penjualan batubara yang mencapai US$ 55,67 juta. Lalu, penambangan berkontribusi US$ 26,24 juta, penyewaan kapal senilai US$ 11,07 juta, penyewaan alat berat sebesar US$ 597.665 dan keagenan kapal US$ 31.359.

 

Target DUCK, Tambah 12 Gerai Hingga Tahun Depan

PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) optimistis kinerja bertumbuh setelah go public. Sebab, melalui penawaran saham kepada publik alias inital public offering (IPO), pemilik jaringan resto The Duck King ini meraih dana segar untuk ekspansi.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved