Breaking News:

Perlakuan Khusus Terhadap Nasabah dan Industri Keuangan

Penilaian Kualitas Kredit Plafon maksimal Rp 5 miliar dan bagi bank perkreditan rakyat (BPR) ber dasarkan ketepatan membayar pokok dan bunga.

KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4. 

5
Bank Umum Swasta
2,34
1,13
48,54%

6
BPD
6,61
2,86
43,41%

7
Perusahaan Pembiayaan
0,35
0,00041
0,12%

8
Koperasi Simpan Pinjam
0,205
-
0,00%

Total
123,53
87,58
70,9%

Sumber: Kemko Perekonomian

Efek Wajib L/C ke Bisnis Bank Relatif Sedikit

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag)  No 102/2018 tentang Ketentuan Penggunaan Letter of Credit (L/C) untuk Ekspor Barang Tertentu resmi berlaku.

Aturan tersebut telah diundangkan pada tanggal 28 September lalu. Pada 7 Oktober 2018 kewajiban L/C untuk ekspor mineral, batubara, dan crude palm oil (CPO).

Aturan tersebut diharapkan dapat menarik devisa dan menjaga harga. Nah pembayaran L/C ini diwajibkan melalui bank devisa dalam negeri. Halim Alamsyah Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku, belum membaca detail aturan Permendag ini. Tapi menurutnya, selama ini yang biasa berlaku di dunia usaha kebanyakan adalah tidak menggunakan L/C.

Jadi cukup menggunakan kontrak jual beli bahkan ada yang hanya memakai sistem penitipan atau konsinyasi. L/C menurut Halim baru digunakan untuk pihak yang belum terlalu kenal dan korespondensi bankn belum baik. Jadi L/C digunakan sebagai alat untuk memitigasi risiko bagu eksportir dan penjual.

Oleh karena itu L/C tidak menjadi alat pembayaran yang dominan dewasa ini, karena umumnya kegiatan ekspor impor sudah didasarkan kepada perjanjian kerjasama jangka panjang.

Apalagi L/C biasanya lebih mahal bagi para penggunanya akibat ada setoran jaminan L/C dan biaya korespondensi dan dokumen.

Darmawan Junaidi, Direktur Tresuri dan Institutional Banking Bank Mandiri juga mengatakan, bisnis L/C di bank lokal dalam perkembangannya tidak terlalu tumbuh.

"Kebutuhan perdagangan saat ini lebih memilih open account atau pembayaran atas dasar term of payment yang disepakati oleh seller dan buyer," kata Darmawan, Rabu (10/10).

Perbankan lebih melihat peluang peningkatan layanan bisnis trade finance. Saat ini pangsa pasar Bank Mandiri di bisnis perdagangan mencapai sebesar 30%.

Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA), bilang, kelonggaran aturan L/C ini diharapkan akan mendorong ekspor migas.

"Dampak peraturan tersebut bagi BCA relatif minimal mengingat tidak banyak nasabah BCA yang bergerak sebagai eksportir migas," kata Jan, Rabu (10/10).  (Galvan Yudistira/Maizal Walfajri)

Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved