7 Fakta di Balik Istri Siram Suami Pakai Minyak Panas, Alasan Pelaku hingga Pesan Terakhir Korban

Steven Larumpaa (38) warga kelurahan Tumumpa Lingkungan Satu Kecamatan Tuminting akhirnya meninggal dunia

7 Fakta di Balik Istri Siram Suami Pakai Minyak Panas, Alasan Pelaku hingga Pesan Terakhir Korban
Ilustrasi Minyak panas dan Jasad korban Steven Larumpaa saat di RSUP Kandou 

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Wibowo Sitepu mengatakan, bahwa alasan Femmy menghabisi nyawa suaminya karena sering dipukuli.

"Katanya sakit hati, karena kalau sang suami pulang dan mabuk sering melakukan pemukulan pada dia (pelaku). Jadi karena marah akhirnya disiramlah suaminya dengan minyak kelapa panas," ujar Sitepu

Baca: Stenly Tatoy, Nelayan Hanyut 80 Hari Lakukan Video Call: Saya Sehat-sehat, Ingin Pulang

Meski begitu, Femmy katanya tak berniat ingin menghabisi nyawa suaminya.

"Sebenarnya cuma mau kasih pelajaran saja, tapi entah kenapa minyak panas tersebut malah kena dibagian wajah," bebernya.

Saat ini Femmy sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit II Polresta Manado.

"Sudah ditahan dan sementara diproses kasusnya," tegas Sitepu.

Setelah dirawat selama 12 hari di rumah sakit Prot Kandou Malalayang, nyawa Steven Larumpaa (38) sudah tidak bisa tertolong lagi.
Setelah dirawat selama 12 hari di rumah sakit Prot Kandou Malalayang, nyawa Steven Larumpaa (38) sudah tidak bisa tertolong lagi. ()

4. Pesan Terakhir Korban

Sebelum meninggal, Steven Larumpaa (36) sempat berpesan untuk tidak menghukum istrinya.

"Tolong jangan hukum dia," kata saksi Ramlan Pakaya menirukan ucapan korban kepada Tribun Manado di rumah kos Steven, Kamis (11/10/2018) sore.

Saat kejadian, korban sedang jongkok di depan pintu kosnya, menjerit kesakitan, Wajahnya seperti ikan yang digoreng.

Baca: Stenly Tatoy, Nelayan Hanyut 80 Hari di Laut Ternyata Dibantu WNI di Pulau Yap

Di atas sepeda motor dalam perjalanan ke rumah sakit, korban kembali mengucapkan kata kata pengampunan untuk istrinya. Saat mau meninggal pun, ungkap dia, korban mengampuni istrinya.

"Pesan akhirnya jangan proses istri saya," kata dia.

Namun, kata dia, ibu korban tetap berkeras memproses Femmy.

"Saya ketemu ibunya, ia katakan sakit hati," kata dia.

5. Selama Ini Mesra

Ramlan Pakaya mengatakan korban dan pelaku selama ini akur. Mereka sering pamer kemesraan.

"Misalnya saja, pelaku memakaikan kaus kaki atau menggunting kuku suaminya," kata dia yang menjabat penanggung jawab rumah kos korban dan pelaku.

Mengenai korban, sebut dia, sangat baik dan suka membantu tetangga. Sementara pelaku dikenal pendiam.

"Baru saja korban rayakan ultah, ia minta izin ke saya untuk gelar acara," katanya.

6. FP Curiga Orang Ketiga

Ramlan Pakaya mengungkapkan FP mengeluh kelakuan suaminya yang sering pulang subuh.

Baca: Cerita Lengkap Aldi Adilang, Nelayan Wori Hanyut ke Perairan Guam hingga Caranya Bertahan Hidup

Kepada sejumlah tetangga ia sempat menunjukkan sebuah nomor yang diduga orang ketiga dalam rumah tangganya.

"Meski demikian kami tidak menduga ia akan setega itu," kata dia.

7. Punya 3 Anak

Ramlan Pakaya mengungkapkan FP dan korban punya tiga anak. Salah satu anak di rumah orang tua FP di Lolak.

Satu lagi di rumah orangtua korban di Talaud.

"Yang bungsu bersama keduanya, kini ia sudah ikut opa omanya," kata dia.

Ramlan Pakaya mendengar korban akan dibawa ke Talaud untuk dimakamkan di sana.

Penulis: Aldi
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved