Jaga Harga Saham, Emiten Pilih Buyback

Sepanjang tahun ini, emiten berlomba-lomba membeli kembali (buyback) saham. Sejauh ini telah ada lima perusahaan yang sudah

Jaga Harga Saham, Emiten Pilih Buyback
Saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sepanjang tahun ini, emiten berlomba-lomba membeli kembali (buyback) saham. Sejauh ini telah ada lima perusahaan yang sudah mulai menggelar buyback saham (lihat tabel).

Yang terbaru ada PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Perusahaan ini telah mendapat restu pemegang saham untuk buyback saham pada Senin (8/10). LPPF menyiapkan dana Rp 1,25 triliun untuk membeli kembali 7% saham. Ini artinya harga buyback saham LPPF di Rp 6.119 per saham.

Emiten lain yang juga dalam proses meminta restu untuk melakukan buyback saham adalah PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR). Perusahaan ini akan membeli kembali maksimal 321,74 juta saham atau 2% dari jumlah modal ditempatkan.

POWR menyiapkan biaya buyback US$ 20 juta atau Rp 295,88 miliar dengan asumsi kurs tengah Rp 14.794 per dollar AS. Ini artinya, harga buyback saham POWR di Rp 919 per saham. Kemarin harga saham POWR ditutup turun 0,54% ke Rp 925. Untuk memperoleh izin buyback saham, POWR akan menggelar RUPS pada 24 Oktober 2018.

Perbaiki fundamental

Menurut Analis Panin Sekuritas William Hartanto, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi aksi buyback emiten. Pertama, emiten melihat peluang harga saham akan membaik.

Kedua, emiten yakin fundamental akan membaik, sehingga emiten melakukan buyback saham untuk mendukung sentimen positif tersebut. "Jika bukan itu, maka alasan ketiga, yang paling mungkin adalah emiten ingin menjaga harga sahamnya agar tak turun dalam," kata William, Selasa (9/10).

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menambahkan, penurunan kinerja perusahaan juga bisa menjadi salah satu alasan perusahaan melakukan buyback saham.

Namun, William dan Nafan menilai, buyback saham bukan satu-satunya solusi memperbaiki kinerja saham. Sebab langkah buyback saham justru mengurangi likuiditas, karena mayoritas saham diserap emiten.

Analis menilai, emiten harus menciptakan sentimen positif agar sahamnya jadi menarik bagi investor. "Caranya memperbaiki kinerja. Karena kalau kinerja buruk, buyback berkali-kali juga tidak akan membuat harga menjadi naik," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved