Ini Alasan Pedagang Makanan Gunakan Gas Elpiji 3 Kg
Berbagai alasan disampaikan oleh pedagang makanan di Desa Sondana terkait penggunaan gas elpiji tiga kilogram (3 kg) sebagai bahan untuk
Penulis: | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Berbagai alasan disampaikan oleh pedagang makanan di Desa Sondana terkait penggunaan gas elpiji tiga kilogram (3 kg) sebagai bahan untuk memasak makanan.
Seperti yang disampaikan oleh Elvira Rambiu, Kamis (11/10/2018) di rumah makannya bahwa gas ukuran tersebut mudah didapatkan dan tersedia dimana saja.
Baca: Jumaela Pilih Tabung Gas 3 Kg
"Tiga kilogram lebih goyang di bawa untuk diisi ulang. Sementara ukuran 12 kilo beratnya minta ampun, selain itu sulit ditemukan," jelasnya.
Selain harganya terjangkau Rp 20 ribu di pangkalan dan Rp 23 ribu di warung gas tersebut mudah didapat.
Baca: Nur Takut Tabung Gas 12 Kg Meledak
"Lebih baik pakai yang sudah jelas dari pada yang tidak jelas," kata dia.
Termati ibu yang menyediakan menu handal ikan bakar dan kangkung tumis menggunakan tiga buah tabung.
"Harus ada tabung cadangan, kalau api mati mendadak dan makanan belum masak tentu akan menganggu pelayanan kepada konsumen," jelasnya.
Untuk penggunaan pertabungnya kata dia tergantung jumlah konsumen yang datang memesan makanan.
"Kalau pesanannya ramai satu tabung bertahan selama dua hari," jelasnya.
Disentil apakah keuntungan berlipat ganda menggunakan gas elpiji kata dia untung.
"Kami untung karena gas ini," jelasnya. (lix)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto_20181011_121424.jpg)