Petani Boltim Sulit Mendapatkan Pupuk, Selti Rumondor Sebut Format Penebusan di Distributor Diubah

Selti Rumondor, petani asal Bongkudai Utara, keluhkan sulitnya mendapat pupuk dari distributor.

Petani Boltim Sulit Mendapatkan Pupuk, Selti Rumondor Sebut Format Penebusan di Distributor Diubah
TRIBUNMANADO/VENDY LERA
Petani menjemur padi 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Vendy Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Selti Rumondor, petani asal Bongkudai Utara, keluhkan sulitnya mendapat pupuk dari distributor.

"Kami sulit mendapat pupuk sejak triwulan tiga 2018," ujar Selti Rumondor, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, kendala mendapatkan pupuk dari distributor UD Yosi di Modoinding sebagai line empat yang bertanggung jawab di daerah Bolaang Mongondow Timur. Alasan UD Yosi tidak memberikan penebusan pupuk, karena format telah berubah.

Lanjutnya, penebusan pupuk harus mengunakan format baru, sebab format tidak berlaku lagi, karena harus mencatumkan nomor induk kependudukan (NIK). Dia berharap adanya solusi dari pemerintah Boltim.

"Harus cepat diselesaikan, sebab harga pupuk akan mahal," ujar dia lagi.

Kepala seksi Kelambagaan dan Pengembangan Sarana Prasarana, Zulkifly Lahai mengatakan, memang ada perubahan format dari pusat, namun UD Yosi harus memberikan solusi untuk mengatisipasi adanya kekurangan pupuk.

"Kami masih memiliki alokasi pupuk di UD Yosi dari Oktober sampai Desember 115 ton untuk urea, MPK 95 ton dan SP36 58 ton," ujar Zulkifly Lahai.

Lanjut dia, masalah pupuk ini harus diselesaikan, mengingat adanya program Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai).

Harga pupuk urea 1800 per kilogram, MPK 2300 per kilogram dan  SP36 2000 per kilogram sesuai Het 2018.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved