Pendanaan via Pasar Modal Sedang Sepi

Kondisi pasar modal yang fluktuatif menyebabkan pencarian dana tahun ini relatif sepi. Karena itu, sangat mungkin nilai emisi

Pendanaan via Pasar Modal Sedang Sepi
kompas.com
Wall Street, pasar modal AS 

Pelemahan nilai tukar rupiah membuat kepercayaan investor asing pada instrumen surat utang domestik memudar. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sepanjang September 2018 kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) keluar sebesar Rp 5 triliun menjadi Rp 850,85 triliun di akhir September lalu.

Tekanan pada pasar obligasi sempat mereda di awal Oktober ini. Buktinya, pada 2 Oktober, kepemilikan asing mencapai Rp 856,30 triliun. Namun, pelemahan rupiah yang akhirnya tembus ke level terburuknya sejak 1998 membuat asing angkat kaki.

Tercatat, hingga 5 Oktober, kepemilikan asing tinggal Rp 849,79 triliun. Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Roby Rushandie menyebut, depresiasi rupiah memang menjadi faktor utama yang menekan pasar obligasi domestik. Tak hanya dari nilai, porsi asing di SBN juga tergerus.

Per 5 Oktober ada di posisi 36,98%, padahal di akhir 2017 lalu masih 39,82%.
I Made Adi Saputra, analis Fixed Income MNC Sekuritas menambahkan, pelemahan rupiah juga mendorong kenaikan yield.

Sepanjang September, kurs rupiah turun sekitar 1,16% dan mendorong yield obligasi acuan 10 tahun melesat 30 basis poin (bps). "Asing keluar, tentu diikuti koreksi pasar sekunder dan mendorong kenaikan yield obligasi," kata dia, Senin (8/10).

Tekanan yield AS

Selain dari dalam negeri, tekanan bagi pasar obligasi juga datang dari sentimen eksternal, terutama dari AS. "Terbaru adalah meningkatnya ekspektasi inflasi AS yang kemudian mendorong kenaikan yield US Treasury," kata Roby.

Dengan tren kenaikan yield US Treasury, investor asing semakin yakin untuk keluar dari aset emerging market, termasuk Indonesia, dan kembali menaruh investasi di pasar Negeri Paman Sam.

Dari dalam negeri pun, belum ada data positif yang dapat menopang pasar obligasi. Malah terbaru adalah data cadangan devisa yang kembali tergerus. Bank Indonesia merilis, cadangan devisa bulan September 2018 turun 3,1 miliar menjadi US$ 114,8 miliar.

Jika pelemahan rupiah terus terjadi, dipastikan investor asing tidak akan seagresif sebelumnya untuk masuk ke SBN. "Pertimbangan asing tetap masuk ke pasar SBN adalah selisih yield US Treasury dengan SUN kian mengecil. Padahal di satu sisi, risiko investasi di Indonesia juga sedang meningkat," kata Made.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved