Narasi Azab dalam Sinetron Indonesia Mencoreng Wajah Agama

Sinetron bertema azab bukan hal baru tetapi belakangan menjadi sorotan netizen.

Narasi Azab dalam Sinetron Indonesia Mencoreng Wajah Agama
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sinetron bertema azab bukan hal baru tetapi belakangan menjadi sorotan netizen.

Dalam tayangan televisi itu, Tuhan digambarkan sebagai juru azab dan agama sebagai sesuatu yang mengerikan.

Peneliti antropologi politik dan agama dari Universitas Paramadina, Suratno, mengungkapkan bahwa sinetron azab tidak masuk akal dan justru mencoreng wajah Islam.

"Saya kira narasi besar sinetron azab itu Islam yang irasional, tidak logis, sumbu pendek," katanya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Hal yang sama diungkapkan Muzayin Nazaruddin, staf pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) dalam makalahnya yang berjudul "Menonton Sinetron Religius, Menonton Islam Indonesia".

Ia menyatakan, sinetron religius yang menjual azab menampilkan Islam yang melihat realitas secara ekstrem hitam putih.

Muslim ideal adalah yang penuh kepasrahan.

Sosok agamawan dalam sinetron religius, kata Muzayin, ditampilkan reduktif.

Kerapkali sebagai pengusir hantu dan penangkal sosok jahat. Kematian digambarkan sebagai sesuatu yang mengerikan.

Demikian juga Al Quran.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved