Pendemo Minta Partai Nasdem Berhenti Intervensi Kasus Korupsi Pemecah Ombak Minut

Ratusan pendemo yang menamakan diri sebagai Forum Komunikasi Masyarakat Minut Bersatu (FKM2B) meminta agar partai Nasdem berhenti

Ratusan pendemo yang menamakan diri sebagai Forum Komunikasi Masyarakat Minut Bersatu (FKM2B) meminta agar partai Nasdem berhenti mengintervensi proses hukum pada kasus korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara (Minut). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan pendemo yang menamakan diri sebagai Forum Komunikasi Masyarakat Minut Bersatu (FKM2B) meminta agar partai Nasdem berhenti mengintervensi proses hukum pada kasus korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara (Minut).

Hal itu mereka sampaikan ketika mendatangi Kejati Sulut, Senin (8/10/2018) di jalan 17 Agustus Kecamatan Wanea.

"Partai Nasdem jangan jadikan kejaksaan sebagai alat politik. Berhenti lindungi para koruptor yang ada di kasus pemecah ombak Minut," ujar Noldi Y. Awuy koordinator lapangan dalam demo tersebut.

Ia menambahkan sejak Bupati Minut Vonnie A. Panambunan (VAP) lompat pagar dari Partai Gerindra ke Partai Nasdem, dirinya sama sekali tak tersentuh hukum.

"Dugaan ini bukan tanpa alasan, pasalnya sejak pindah ke Nasdem VAP Cs selalu tak hadir dalam persidangan. Meskipun sudah ada panggilan paksa, tapi tetap saja dia tak tersentuh," kata dia.

Baca: FKM2B Desak Kejati Sulut Tetapkan VAP Sebagai Tersangka

Atas dasar ini pula, para pendemo meminta agar Presiden Jokowi segera mencopot Kajati Sulut M. Roskanaedi.

"Karena menghadirkan saksi saja tidak mampu, untuk apa memimpin korps adhiyaksa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasiepenkum) Kejati Sulut Yoni E. Mallaka ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa sama sekali tidak ada intervensi dari partai Nasdem dalam kasus ini.

"Tidak ada intervensi, kami hanya butuh beberapa bukti lagi," tegasnya.

Mantas Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kajati NTT ini berharap masyarakat lebih bersabar.

"Tolong percayakan proses hukumnya pada kami, karena kami sedang bekerja disini," tandasnya. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved