Nelayan Manado di Tengah Gempuran Reklamasi, Hasil Tangkapan Menurun Jauh

Soni Broo (34), terduduk lesu di tenda samping dermaga kawasan Megamas Manado, Senin (08/10/2018) sore.

Nelayan Manado di Tengah Gempuran Reklamasi, Hasil Tangkapan Menurun Jauh
Perahu Nelayan Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Soni Broo (34), terduduk lesu di tenda samping dermaga kawasan Megamas Manado, Senin (08/10/2018) sore.

Sudah seminggu belakangan, tangkapan nelayan asal Kelurahan Titiwungen ini nihil.

Soni tak patah arang, siang itu ia tetap siap-siap melaut. Mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Padahal Soni hanya menggunakan kekuatan tangannya, mendayung perahunya hingga ke tengah laut.

Soni dan nelayan di Teluk Manado sudah kebal dengan kondisi ini.

Kondisi di mana begitu sulit mendapat ikan di Teluk Manado.

Kondisi yang berbanding terbalik saat pesisir Manado masih alami, belum ada reklamasi, ikan melimpah.

Soni yang duduk bersama rekan nelayannya Samsudi Amu (56), mengaku masih ingat dengan jelas bagaimana ikan di Teluk Manado melimpah. Keduanya nelayan Kelompok Firdaus. Tahun 1990an, sebelum reklamasi tahun 1995 dimulai, nelayan tak perlu melaut jauh.

Dulu nelayan di pesisir Manado ini hanya mendayung sekitar 10 - 15 menit ke laut, sudah bisa mendapat berember-ember ikan.

Halaman
123
Penulis: Finneke
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved