Breaking News:

Sofyan: Warga tak Bisa Seenaknya Tutup Jalan

Sejumlah warga mengeluhkan penutupan lorong yang dilakukan sepihak oleh warga sekitar lorong.

Penulis: Finneke | Editor: Indry Panigoro
Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, M Sofyan 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah warga mengeluhkan penutupan lorong yang dilakukan sepihak oleh warga sekitar lorong.

Hal ini sangat mengganggu lalu lintas, apalagi lalu lintas di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini padat.

Semisal lorong-lorong antara jalan Boulevard dan Samrat.

Warga sering menutup jalan dengan batu, ban bekas, kayu atau bahkan palang besi.

Hal ini membuat pengendara terusik.

"Bagaimana mau lewat, sudah dipalang jalannya. Padahal kan itu jalan umum. Memang ada lorong yang sempit, tapi tetap jalanan umum," ujar Andre, salah seorang pengendara motor, Minggu (07/10/2018).

Lorong-lorong tersebut memang searah. Tak ada lorong dua arah. Menurut Andre, banyak memang pengendara yang tak ikut aturan. Melawan arah, sehingga jalan makin sempit.

"Memang banyak yang lawan arah. Tapi tak seharusnya warga menutup lorong. Itu kan jalanan umum. Semoga pihak berwajib bisa menangani hal ini. Tertibkan warga yang menutup lorong," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, M Sofyan mengatakan akan mengecek kondisi lapangan, tepatnya lorong di antara Boulevard dan Samrat. Warga tak bisa seenaknya menutup jalan.

"Kalau mau tutup jalan, memang harus ada izin. Tak boleh seenaknya memasang palang. Itu melanggar hukum. Kami akan cek ke lokasi," ujarnya. (fin)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved