Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Panglima TNI 2018 di Tompaso,  Antiklimas Bagi Kuda-kuda Unggulan Sulut

Tidak hanya dari stable yang ada di Sulut, peserta datang dari Gorontalo, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Panglima TNI 2018 di Tompaso,  Antiklimas Bagi Kuda-kuda Unggulan Sulut
Pengprov Pordasi Sulut
Kaban Kesbangpol Sulut, Mecky Onibala (kiri) dan Ketua Pengprpov Pordasi Sulut, Ferry MKA Wowor menyerahkan piala kepada pemenang Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Panglima TNI 2018 di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Sabtu (6/10). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejuaraan Pacuan Kuda, Roda Sapi dan Bendi Piala Panglima TNI di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Sabtu (6/10) menjadi antiklimaks bagi kuda-kuda unggulan dari sejumlah stable ternama di Sulut.

Kejuaraan yang juga sekaligus seleksi tim Pordasi Sulut menuju Kejurnas Pacuan Kuda Seri 2 Desember 2018 ini seakan jadi ‘kuburan’ bagi kuda-kuda unggulan.

Stable stable handal yang biasanya merajai setiap kejuaraan pacuan kuda di Sulawesi Utara bahkan telah mengukir prestasi di tingkat nasional seperti Miranda Stable, Tonsea Stable dan Prima Sion Stable tumbang dengan tidak meraih  satupun juara pertama pada sepuluh kelas yang dipertandingkan.

Miranda Stable misalnya, dari empat kuda pacu terbaik yang ikut serta tak bisa berbicara banyak. Satu diantaranya, kuda pacu terbaik Miranda Stabel peraih juara Kejurnas Pacuan Kuda Seri 1 Salatiga, Mc.Kinly yang ditunggangi joki nasional Soni Wenas gagal meraih posisi tiga besar di kelasnya.

Mc.Kinly yang turun di kelas terbuka sprint 1.200 meter merupakan unggulan pertama. Diunggulkan hampir semua penonton, Mc.Kinly hanya mampu meraih urutan keempat setelah kuda pacu Star Princess,  joki J. Paendong milik Sehan Landjar  dari Ibantong Stable; Bombastis, joki D. Liwe milik Stanly Chandra dari All Star Stable dan Don Juan Esa, joki Bosman P. milik Noldi Luntungan dari Pakasaan Stable.

Antiklimas serupa juga terjadi di kelas paling bergengsi, "Calon  Derby"  jarak 1.400 meter yang memperebutkan Piala Panglima TNI. Kelas ini diikuti 8 stable dengan total  10 kuda pacu. Kuda yang tak terlalu diunggulkan, Sukma Nagari yang ditunggangi F. Sangian milik Mario Bahar dari Bendang Stable sukses meraih juara 1.

Sukma Nagari diikuti kuda pacu primadona, joki H. Paendong milik Stanly Chandra dari Prima Sion Stable; juara 2 dan kuda pacu Matahari Tonsea, joki R. Rorimoandey milik Emil B. Karim dari Tonsea Stable juara 3.

Ketua Umum Pengprov Pordasi Sulawesi Utara Ferry M.K.A. Wowor,  mengakui bahwa Kejuaraan Pacuan Kuda, Roda Sapi dan Bendi Piala Panglima 2018 ini menjadi kejuaraaan terpanas sekaligus jadi "kuburan" bagi stable-stable unggulan.

Ia mengakui persaingan di kejuaraan ini sangat ketat karena diikuti 73 ekor kuda pacu. Tidak hanya dari stable yang ada di Sulut, peserta datang dari Gorontalo, DKI Jakarta dan Jawa Barat. “Kuda yang diunggulkan tidak meraih juara ," kata Wowor, Minggu (7/10).

Ia menilai, dengan persaingan semakin ketat, menandakan kemajuan olahraga berkuda di Sulawesi Utara. Ia mengatakan Pengprov Pordasi Sulawesi Utara optimistis menghadapo Kejurnas Pacuan Kuda Seri 2 yang akan digelar di Tompaso pada 15-22 Desember 2018 nanti.  “Masih ada beberapa bulan untuk mempersiapkan semua. Baik kuda, pembentukan tim official, pelatih, joki dan lain-lain,” kata Wowor.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved