Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemakaman Rudy Wowor dan Isak Tangis Putranya

Jam 08.30 WIB jenazah tiba di pemakaman bersama keluarga dan kerabat. Suasana haru langsung menyelimuti ketika jenazah dikebumikan.

Editor:
KOMPAS.com/ Ira Gita Sembiring
Michael Wowor menangis di depan pusara ayahnya, Rudy Wowor, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (6/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aktor senior Rudolf Canesius Soemolang Wowor atau dikenal dengan nama Rudy Wowor telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Sabtu (6/10/2018).

Jam 08.30 WIB jenazah tiba di pemakaman bersama keluarga dan kerabat. Suasana haru langsung menyelimuti ketika jenazah dikebumikan.

Setelah mengantar sang ayah ke liang lahat, Michael Wowor mengumandangkan adzan. Doa-doa pun dipanjatkan untuk bintang film Ayat-ayat Cinta itu.

Michael tampak begitu terpukul, sambil terus menangis, ia bahkan tak sanggup mengucapkan kata-kata terakhir di depan pusara ayahnya.

Rudy diketahui mengidap kanker prostat sebelum mengembuskan napas terakhir di rumah sakit Meilia Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018) pukul 07.30 WIB.

"Sakit kanker prostat. Penyakitnya sudah lama, cuma baru ketahuan kurang lebih dua tahun lalu," kata putranya, Michael Wowor, di rumah duka di Perumahan Pesona Kahyangan Blok DC, Depok, Jawa Barat, Jumat siang.

Semasa hidup, Rudy Wowor memulai kariernya di dunia seni peran pada 1970-an. Pria keturunan Belanda-Manado pernah membintangi sejumlah film populer, di antaranya Impian Perawan (1976), Aladin (1980), Tjoet Nja' Dhien (1986), dan Soerabaia '45 (1990), Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010).

Ia juga pernah masuk nominasi untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik FFI 1988 melalui film Tjoet Nja' Dhien.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved