FPSL Bitung 2018

Kisah Sam Ratulangi hingga FPSL Bakal Masuk Kalender 100 Wonderful Events Indonesia

Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) bakal masuk dalam 100 daftar kalender pariwisata di Indonesia.

Kisah Sam Ratulangi hingga FPSL Bakal Masuk Kalender 100 Wonderful Events Indonesia
TRIBUN MANADO/CHINTYA RANTUNG
Pembukaan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL), Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (06/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) bakal masuk dalam 100 daftar kalender pariwisata di Indonesia.

Hal ini dikatakan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kebudayaan Taufik Rahzen saat buka Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2018 di depan Pelabuhan Perikanan Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (06/10/2018).

Taufik Rahzen dalam sambutanya mengatakan kenapa FPSL menjadi festival ikonik pada tahun depan dan masuk dalam 100 event di kalender pariwisata.

Dijelaskannya, alasannya pertama 100 tahun Sam Ratulangi pada saat pulang dari Zuri dan kemudian datang ke Manado serta merenungkan tentang di mana letak kawasan, di tengah pergolakan dunia.

"Kemudian di sinilah Sam Ratulangi berpikir dan menuliskan Indonesia tentang Pasifik dan kemudian terbit pada tahun 33. Kalau Indonesia terletak di bibir Pasifik. Bitung atau Sulut jadi gimsul. Gimsul yaitu kecantikan dan keanggunan dari Pasifik," kata dia.

Kedua adalah jantung kekayaan laut yang masih tersisa.

Menurutnya, Bitung bukan hanya garden tapi the Garden of Fish.

"Ketiga ketika Trikora hadir di sini karena semangat revolusi mental. Bukan hanya corak tapi Trikora," sebutnya.

Lanjutnya, ketika Sam Ratulangi membuat suatu gerakan saudara dan mungkin ini yang dijadikan nama gunung di Bitung saat ini.

Tapi Saudara berarti adalah sumber darah rakyat.

"Karena gerakan ini dibangun untuk membangun kesatuan dan nasionalisme dari dulu hingga sekarang. Festival ini tidak hanya tri angle atau coral tapi Trikora. Bitung atau selat Lembeh merupakan salah satu Galilea. Alasan dari tim kurator menjadi salah satu FPSL icon menjadi ciri di kawasan Asia Pasifik," tambahnya.

Ia menyebutkan juga ini alasan terbentuk jaringan yaitu Bitung menjadikan satu kota bandar.

"Mungkin alasan Sam Ratulangi ingin menjadikan bandar Pasifik akan mendapatkan jawabannya," pungkasnya.(Tribunmanado.co.id/Chintya Rantung)

Penulis: Chintya Rantung
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved