Uskup Manado: Ricardo Sengkeh Pahlawan dan Martir

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu memberikan khotbah dalam Misa Requiem bagi almarhum Ricardo Sengkeh,

Uskup Manado: Ricardo Sengkeh Pahlawan dan Martir
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu memberikan khotbah dalam Misa Requiem bagi almarhum Ricardo Sengkeh, senior sales eksekutif Hotel Mercure Palu Kamis (4/10/2018) tengah malam 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu memberikan khotbah dalam Misa Requiem bagi almarhum Ricardo Sengkeh, senior sales eksekutif Hotel Mercure Palu Kamis (4/10/2018) tengah malam

Yang memimpin misa tengah malam sampai pagi dini hari itu ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado, Pastor Hendro Kandowangko dan turut mendampingi Pastor Paroki Laikit Pastor Bertje Karundeng.

Dalam khotbahnya Uskup Rolly juga menceritakan soal fakta yang diceritakan orang soal Ricardo. Ricardo katanya sebenarnya sudah selamat.

Baca: Biji Kopi Hijau Ternyata Punya Banyak Manfaat Baik Bagi Tubuh Loh!

"Tapi Ricardo mengorbankan diri sendiri demi sendiri untuk menyelamatkan teman-temannya. Nilai yang ia sendiri kembangkan dan ditunjukkannya saat tidak disangka-sangka," katanya.

Bagi uskup itu bukan hanya nilai kepahlawanan tapi kemartiran. Seperti tokoh yang diperingati Gereja Katolik pada tanggal 4 Oktober yaitu Fransiskus Asasi (yang lahir tahun 1182).

"Ia orang kaya tapi berubah hidupnya. Yesus berbicara kepada untuk membangun gereja dan Fransiskus tergerak, ia mengambil barang milik orang tuanya dan dijual untuk itu," katanya.

Ia mengatakan akhirnya Fransiskus diajak membangun Gereja yang hidup, untuk memperhatikan orang miskin. Saat orang tuanya datang Fransiskus ada dengan uskup.

"Fransiskus lalu membuka bajunya dan uskup memberikan jubah gembala. Baju cokelat untuk miskin dan solider," katanya.

Baca: Keunikan Korea Selatan yang Menjadi Pusat Operasi Plastik Terbesar Ketiga di Dunia

Ricardo katanya serupa dengan Fransiskus membuka dirinya untuk menyelamatkan. Itu katanya jauh lebih berharga dari kekayaan yang kita cari.

"Kehadiran dan kemartiran. Inilah kekayaan yang dimiliki," katanya.

Ia mengatakan seperti Ayub berkata Tuhan memberi, Tuhan mengambil, Terpujilah nama Tuhan. Iman kita katanya diteguhkan dengan itu.

"Nilai-nilai injili dan kristiani dan jalan salib yang dimiliki Ricardo dengan menyelamatkan orang, semua demi bahagia abadinya di surga," katanya

Penulis: David_Manewus
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved