Ternyata Bocah SD yang Diikat dan Ditelanjangi Berawal dari Saling Bercanda

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung bersama kepolisian mendalami kasus bocah terikat

Ternyata Bocah SD yang Diikat dan Ditelanjangi Berawal dari Saling Bercanda
Tribunnews
Ilustrasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak

TRIBUNMANADO.CO.Id - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung bersama kepolisian mendalami kasus bocah terikat yang gambarnya diunggah ke media sosial.

Belakangan diketahui, aksi yang dilakukan pelaku terhadap korban bermula dari saling bermain dan bercanda.

"Ini awalnya bercanda. Korban dibuli. Kondisinya ketika itu tangan korban diikat ke belakang dan pakaiannya dibuka lalu difoto," kata Ketua KPAD Kepulauan Bangka Belitung, Sapta Qodriah saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (4/10/2018).

Dia mengungkapkan, keluarga korban tidak terima karena aksi tersebut dinilai sebagai pelecehan serta adanya tulisan "anak cabul" pada foto yang diunggah di media sosial.

"Korban yang kelas 2 SD dan pelaku masih SMP itu saling bertetangga di Kelurahan Paritlalang, Pangkal Pinang," jelasnya.

Setelah membuat laporan pengaduan di kantor KPAD, orangtua korban akhirnya meminta kasus itu dilaporkan ke polisi.

Mediasi pun sempat dilakukan di kantor Polsek Bukit Intan, namun belum bisa dipastikan berakhir damai atau tetap diproses hukum.

Sementara kepolisian masih melakukan penyelidikan berbekal bukti gambar unggahan di media sosial, laporan pihak keluarga serta keterangan saksi.

 

Pada kesempatan itu, KPAD mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak dalam bermedia sosial.

 Penulis Kontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur

Editor Farid Assifa
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved