Gempa Sulteng

OJK Bakal Berikan Kelonggaran bagi Kredit yang Kena Dampak Gempa dan Tsunami di Sulteng

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ada lebih dari Rp 16 triliun

KONTAN
Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK terpilih periode 2017-2022. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ada lebih dari Rp 16 triliun. Angka tersebut tersebar di tiga wilayah yang beberapa waktu lalu terkena gempa bumi dan tsunami.

"Jadi total kredit di daerah bencana seperti Donggala, Sigi, Palu, dan Parigi Moutong totalnya Rp 16,2 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam temu media di Gedung Soemitro, Kamis (4/10/2018).

Kredit paling besar terutama di Kota Palu senilai Rp 14,3 triliun kemudian di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi sebesar Rp 233 miliar, sisa di daerah lain.

Namun demikian, Wimboh menyatakan bahwa OJK belum mendapatkan angka pasti soal kredit yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut.

"Jadi angka Rp 16,2 triliun itu total kredit, bukan yang terkena dampak bencana dan itu hanya 0,3 persen dari total kredit industri. Dari itu kami masih hitung berapa yang terkena dampak," jelas Wimboh.

Wimboh menambahkan, OJK bakal memberikan kelonggaran bagi kredit yang terkena dampak. Itu artinya, debitur yang menjadi korban bencana tidak akan ditagih terlebih dahulu oleh perbankan sampai waktu tertentu.

"Itu nanti bisa di-rescheduling penagiahnnya, keterlambatan denda enggak diterapkan, intinya memberikan kemudahan bagi debitur sebab kami ada POJK nomor 45 tentang perlakukan khusus bank daerah tertentu bagi korban bencana alam," sebut Wimboh.

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved