Orasi Kebangsaan Dies Natalis ke-11 IAKN Manado, Pancasila Harga Mati untuk Indonesia

Menurutnya, Pancasila tak bisa ditawar-tawar karena mengandung nilai-nilai yang mengejawantahkan semangat demokrasi, persatuan dan kesatuan

Orasi Kebangsaan Dies Natalis ke-11 IAKN Manado, Pancasila Harga Mati untuk Indonesia
Istimewa
Penyerahan cinderamata oleh Rektor IAKN Manado, Dr Jeane M. Tulung kepada Eko Sulistyo dan Michael Umbas usai kuliah umum orasi kebangsaan di ruang serbaguna IAKN Manado, Senin (1/10). 

“Kami di IAKN berusaha jangan sampai itu memantik kegelisahan dan kemarahan kolektif. Demokrasi, kebebasan berpendapat dan pluralitas yang tak dikelola dengan baik akan melahirkan konflik yang mengganggu agenda nasional,” ujar Tulung.

Katanya, tantangan zaman yang dipengaruhi teknologi informasi semakin berat. IAKN Manado gencar melakukan promosi pandangan keagamaan yang damai, moderat untuk menimalisir konflik. “Kami mendidik civitas akademika, khususnya mahasiswa untuk mempromosikan kampanye melawan hoax dan agitasi,” katanya.

IAKN Manado saat ini memiliki sedikitnya 1.600 mahasiswa yang tersebar di empat jurusan, Teologia, Pendidikan Agama Kristen (PAK), Pastoral dan Pendidikan Musik Gereja.

Angela Rima Weken Kasenda, mahasiswa Jurusan PAK bangga bisa ikut kuliah umum tersebut. "Apa yang disampaikan saat ini menambah wawasan kami sebagai mahasiswa," kata mahasiswi semester tiga.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved