Orasi Kebangsaan Dies Natalis ke-11 IAKN Manado, Pancasila Harga Mati untuk Indonesia

Menurutnya, Pancasila tak bisa ditawar-tawar karena mengandung nilai-nilai yang mengejawantahkan semangat demokrasi, persatuan dan kesatuan

Orasi Kebangsaan Dies Natalis ke-11 IAKN Manado, Pancasila Harga Mati untuk Indonesia
Istimewa
Penyerahan cinderamata oleh Rektor IAKN Manado, Dr Jeane M. Tulung kepada Eko Sulistyo dan Michael Umbas usai kuliah umum orasi kebangsaan di ruang serbaguna IAKN Manado, Senin (1/10). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan mahasiswa Institur Agama Kristen Negeri (IAKN) antusias mengikuti Orasi Kebangsaan dan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Senin (1/10).

Mahasiswa yang tak kurang dari 500 orang itu tekun menyimak 'kuliah umum' yang menghadirkan Eko Sulistyo, Deputi IV Staf Kepresidenan RI dan Michael Umbas, Komisaris BUMN PT HIN.

Eko mengungkapkan, Pancasila telah membuktikan sebagai dasar dan filosofi negara dalam kehidupan berbangsa.

"Sejarah membuktikan, sekian kali ada upaya menggulingkan Pancasila, sebanyak itu pula Pancasila mampu kokoh berdiri sebagai dasar negara," ujar Eko yang membidangi Komunikasi dan Diseminasi Informasi Staf Kepresidenan.

Menurutnya, Pancasila tak bisa ditawar-tawar karena mengandung nilai-nilai yang mengejawantahkan semangat demokrasi, persatuan dan kesatuan. Pancasila menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia.

Indonesia yang sekarang ada karena dijaga Pancasila. Ujian terhadap Pancasila sudah ada sejak dia lahir 1 Juni.

"Misalnya ada pertentangan soal isi sila pertama. Mungkin saja jika sila pertama itu tidak mengindahkan pendapat tokoh-tokoh nasionalis dan Indonesia timur, bisa saja Indonesia tak seperti ini," katanya.

Ia menegaskan, sebagai dasar negara, Pancasila itu harus jadi ideologi dan pandangan hidup bangsa. "Pancasila sebagai warisan ideologi bangsa patut dilestarikan," kata

Eko Sulistyo, Michael Umbas bersama, Rektor IAKN bersama jajaran dosen serta mahasiswa diabadikan usai orasi kebangsaan di ruang serbaguna IAKN Manado
Eko Sulistyo, Michael Umbas bersama, Rektor IAKN bersama jajaran dosen serta mahasiswa diabadikan usai orasi kebangsaan di ruang serbaguna IAKN Manado (Istimewa)

Inovasi dan prestasi
Sementara Michael Umbas memotivasi para mahasiswa untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri mereka. Katanya, Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang menjadi tolok ukur bahwa Indonesia bisa berprestasi.

Umbas, Direktur Anak Bangsa, juara Creator Gebyar Sukses Asian Games 2018 mengatakan, prestasi mampu menjadi momen mempersatukan anak bangsa. Indonesia bangsa yang besar kurang dikenal karena minim prestasi.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved