Manado Mengalami Deflasi 0,79 Persen di September, Tomat Penyumbang Deflasi Terbesar

Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Manado pada September 2018 secara umum masih mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,79 persen

Manado Mengalami Deflasi 0,79 Persen di September, Tomat Penyumbang Deflasi Terbesar
Tribun manado / Alpen Martinus
BPS Sulawesi Utara gelar konferensi pers 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Manado pada September 2018 secara umum masih mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,79 persen atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 131,16 persen pada Agustus 2018 menjadi 130,12 persen di bulan September 2016 atau inflasi tahun kalender sebesar 1,10 persen, sedangkan inflasi year on year sebesar 1,45 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 2,62 persen.

Juga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,94 persen, dan kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,39 persen.

Tidak semuanya turun, sebab ada juga kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan yaitu perumahan, air, listrik, gas, dan bajan bakar sebesar 0,004 persen.

Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, juga kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan.

Ateng Hartono Kepala BPS Sulut menjelaskan, yang menjadi andil terbesar terhadap deflasi di kota Manado adalah tomat sayur sebesar 0,5865 persen, angkutan udara 0,1555 persen, cabai rawit 0,0887 persen, bawang merah sebesar 0,0383 persen, cabai merah 0,0321 persen, emas perhiasan 0,0209, daging ayam ras 0,0077 persen, pisang 0,0055 persen, telur ayam ras 0,0047 persen, bawang putih 0,0042 persen.

Sementara komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah tindaring sebesar 0,0236 persen, sawi hijau 0,0092 persen, seng 0,0092 persen, jerung nipis 0,0088 persen, daging babi 0,0088 persen, buncis 0,0057 persen, lemon 0,0054 persen, dan mujair 0,0053 persen.

"Sumbangan inflasi untuk bulan September 2018 sebesar -0,879 persen," jelas dia.

Sementara sumbangan inflasi dari kelompok pengeluarn bahan makanan sebesar -0,6247 persen7, kelompok pengeluaran transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,1555 persen, kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,0101 persen, sedangkan kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok pengeluaran kesehatan dan kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga tak mengalami perubahan atau relatif stabil. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved