Gempa Sulteng

20 Foto Kota Palu dari Udara Pasca-Gempa dan Tsunami

Total korban meninggal untuk sementara saat ini (pada pukul 13.00 WIB) disebutkan sudah mencapai 384 orang.

20 Foto Kota Palu dari Udara Pasca-Gempa dan Tsunami
Foto @Muhammad Bahrun Najach
Kondisi Kota Palu, Sulawesi Selatan yang dipotret dari udara usai bencana gempa dan tsunami, Sabtu (29/09/2018). 

Gambar mungkin berisi: luar ruangan

Gambar mungkin berisi: luar ruangan dan alam

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

Gambar mungkin berisi: luar ruangan

Melansir dari media sosial, salah satu akun Facebook @Muhammad Bahrun Najach yang membagikan foto-foto dari udara tentang keadaan Kota Palu usai diterjang tsunami.

"Potret areal Kota Palu dan sekitarnya pasca gempa dan tsunami."

"Sahabat, mohon doa dan dukungan tertulus Anda untuk segenap tim pusat dan relawan yang tengah berikhtiar terbaik demi meringankan derita saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah." Demikian kepsyen pada foto yang diunggahnya. 

"SubhanaAllah masjid nya masih berdiri kokoh ,ya Allah hanya kepadamulah hamba memohon ampunanmu berilah mereka ke sabaran dan ketabahan hati Amin," komentar @Ani Astuty. 

Salah satu bangunan yang sangat parah hancur akibat terjangan gempa hebat dan tsunami itu adalah Hotel Roa-roa yang terletak di Jalan Pattimura, Kota Palu.

Hotel ini bahkan rata dengan tanah.

"Dilaporkan, di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang sedang terisi oleh tamu hotel yang menginap," ujar Kepala Pusat, Data, dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantor BNPB, Sabtu siang yang dilansir dari Kompas.com

Hingga kini, BNPB juga belum mengetahui nasib dari puluhan tamu yang menginap di hotel tersebut.

Dikutip dari situs Roa-roa Hotel, hotel ini merupakan hotel bintang tiga dengan delapan lantai.

Akses yang ada di pusat kota menjadi keunggulan kota ini.

Disebutkan bahwa hotel ini hanya berjarak 10 menit ke Bandara Mutiara Sis Aljufri dan juga dekat dengan pusat perbelanjaan serta Pantai Talise.

Berikut ini data kerusakan dampak gempa dan tsunami yang dirilis oleh BNPB.

Kondisi Hotel Roa Roa sebelum dan setelah bencana gempa bumi dan tsunami
Kondisi Hotel Roa Roa sebelum dan setelah bencana gempa bumi dan tsunami (Kolase)

1. Pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jl Emy Saelan, ambruk.

2. Hotel Roa Roa berlantai delapan yang berada di Jl Pattimura rata dengan tanah. Di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

3. Arena festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara sebagian merupakan para penari belum diketahui nasibnya.

4. RS Anutapura yang berlantai empat di Jl Kangkung, Kamonji, Kota Palu, roboh.

5. Jembatan Ponulele yang menghubungkan antara Donggala Barat dan Donggala Timur roboh, jembatan yang menjadi ikon wisata Kota Palu roboh setelah diterjang gelombang tsunami.

6. Jalur trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor.

Berikut informasi terkait tragedi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang disampaikan Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitter resminya:

Sementara itu dari Kepolisian Republik Indonesia juga mengerahkan 1.400 personel untuk proses penyelamatan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepolisian juga sudah menyiapkan bantuan logistik berupa tenda dari Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

"Kami mengirimkan 1.400 personel untuk proses penyelamatan korban. Kami mengirimkan dari lokasi terdekat, yaitu satu kompi dari Gorontalo, Sulawesi Barat 1 kompi, dan Sulawesi Selatan 1 kompi," ujar Wakil Kapolri, Ari Dono Sukmanto.

Ia mengatakan berdasarkan konfirmasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah kepada Posko BNPB, tsunami telah menerjang Pantai Talise di Palu dan beberapa pantai di Donggala.

Pantai Talise merupakan salah satu objek wisata utama di Kecamatan Palu Timur tekena tsunami.

Saksi mata, Nining (32) sempat melihat kondisi Pantai Talise pada pagi tadi, Sabtu (29/9/2018), pascagempa dan tsunami.

Melansir dari Kompas.com, Nining, warga Kelurahan Lolu Utara mengatakan banyak korban di Pantai Talise.

"Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut," kata Nining di lokasi pengungsian gedung DPRD Kota Palu, Sabtu (29/9/2018).

Nining menjelaskan kondisi korban meninggal dunia sangat memprihatinkan.

Mayat korban tertimpa dan bercampur dengan puing-puing bangunan.

Kerusakan di kawasan pantai Talise dilaporkan sangat parah.

Nining mengatakan jalan raya yang memiliki dua lajur kini sebagian sudah lenyap diterjang gelombang tsunami.

"Jalan raya hanya mneyisakan sebagian, sebagian lainnya hancur," ucapnya.

Lagu Pantai Talise Pasha Ungu :

Gempa dan tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara terdapat beberapa korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh.

"Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," kata Sutopo.

Petugas BPBD, TNI/Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), organisasi perangkat daerah, dan relawan melakukan evakuasi serta pertolongan terhadap korban.

"Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan," katanya.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02

Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer timur laut

Saksi mata

Saksi mata menyebut banyak korban meninggal dunia di Pantai Talise, Kota Palu setelah tsunami menerjang kawasan ini, Jumat (28/9/2018).

Menurut Nining (32) saksi mata warga Kelurahan Lolu Utara, pagi ini dia sempat ke Talise Palu untuk melihat kondisi pasca-gempa dan tsunami.

“Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut,” kata Nining saat dihubungi Kompas.com.

“Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut,” kata Nining saat dihubungi Kompas.com di lokasi pengungsian gedung DPRD Kota Palu, Sabtu (29/9/2018).

Menurut dia, kondisi korban meninggal dunia sangat memprihantinkan. Jenazah dilaporkan bercampur dengan puing-puing material yang beserakan.

Kerusakan di kawasan pantai Talise juga dilaporkan sangat parah. Nining menyebut jalan raya yang memilki 2 lajur kini sebagian sudah lenyap di terjang gelombang tsunami.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi yang dirilis otoritas terkait mengenai kerusakan maupun jumlah korban akibat tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala.

"Jalan raya hanya menyisakan sebagian, sebagian lainnya hancur," kata Nining.

Update

Inilah update terbaru gempa di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/09/2018) pukul 08.30 wita.

• Hingga pukul 04.40 Wita, rentetan 28 gempa susulan, masih terus mengguncang Dan dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Donggala. 

• Puncak gempa terjadi Jumat (28/9/2018) pukul 17.03 wita dengan getaran 7,7 SR. Rerata getaran gempa oleh pusat seismograf BMKG tercatat di rentang 7,1 hingga 4.5 SR. 

• Pemukiman warga di Pantoloan dipastikan rata dan rubub akibat guncangan gempa. "Ini saat saat ramai di pelabuhan Pantoloan, di situ rumah kecil semua, gelap gulita," kata Firman, warga Pantoloan yang komunikasi demgan bos pabrik kayu pukul 21.00 wita, M Arif yang lagi ikut rapat Asmindo di Yogyakarta.

• Karena takut, Warga di sekitar Teluk Palu, mulai dari jalur Silea di jalur Donggala Palu, terus ke Taipa, Jalan Trans Sulawesi ke arah Poso juga terputus. Warga mengungsi ke lapangan di daerah ketinggian, sekitar 200 hingga 400 m dari kawasan teluk. Rumah-rumah warga kemasukan air dan rubuh diguncang gempa.

• Korban terbanyak diperkirakan sekitar mal Totura, mal besar dan tertua di Kota Palu. "Pas saat itu pengambilan race pack Tomini Fun Run di hotel Totura, sore hari. bangunan serbaguna depan mal juga hancur. Hotel Mercure hanya retak-retak." kata Arief Hoesan, salah satu runners Palu Community

• LISTRIK; Akses utilitas dan infrastruktur nyaris lumpuh. palu dan Donggala gelap gulita. "Gelap, kita takut keluar rumah, pakai senter HP nanti lowbatt," kata Lili, warga Jl Dado, sekitar 11 km arah timur bibir Teluk Palu.

• JALAN - Akses jalan dan transfortasi ke Palu nyaris tertutup total. "Tadi pagi, dapat kabar jembatan 4 Palu yang hubungkan Poso ke Palu rubuh," kata Komandan Detasemen Pertahanan Udara (Dandehanud) Hasanuddin/472 Letkol Pas Fajar Melaporkan darj Makassar.

• Akses jalan dari Donggala juga dikabarkan putus. Artinya kendaraan dari arah Mamuju, Sulawesi Barat dan dari Utara, Gorontalo juga putus.

• Firman, warga Kamoung Taipa di barat Palu, pukul 21.00 wita melaporkan banyak mayat di sekitar jalan yang ditutup sarung, lembar baligho, dan plastik. "Gelap. Saya hanya lihat semua kampung sepi. Semua jalan dekat pantai basah. Rumah-rumah masuk air," kata satpam Pabrik kayu olahan.

• TELOKOMUNIKASI - sejauh ini hanya jaringan selular GSM (G-2) XL yang bisa tersambung bagus. Sementara Telkomsel dilaporkan sambung-putus. "banyak BTS kita yang rubuh. Power supply juga banyak terganggu," kata Rina, PR Telkomsel Sulamapapua dari Makassar, sabtu (29/9/2018) pukul 07.21 wita kepada Tribun.

• Sebagian besar warga kewalahan akses komunikasi dengan kendala power suplly dan jaringan putus.

• Tower pemantau ATC bandara Mutiara Palu, rubuh. Akses penerbangan sipil dan militer ke Palu tertutup sejak tadi malam.

• Dandenhanud/472 juga mengabarkan jika Pangkalan Lanud Abdurrahman Saleh sudah kirim helikopter pemantau dari Udara. (Kompas.com/Tribunnews).

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Inilah Deretan 20 Foto Penampakan Kota Palu dari Udara setelah Dihantam Gempa dan Tsunami, http://medan.tribunnews.com/2018/09/29/inilah-deretan-20-foto-penampakan-kota-palu-dari-udara-setelah-dihantam-gempa-dan-tsunami?page=all.

Editor: Abdi Tumanggor

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved