OJK Melarang Operasi Bisnis 11 Modal Ventura

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membekukan dan mencabut izin usaha beberapa perusahaan modal ventura sepanjang tahun 2018.

kompas.com
Gedung OJK Jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membekukan dan mencabut izin usaha beberapa perusahaan modal ventura sepanjang tahun 2018. OJK membekukan 11 perusahaan dan mencabut izin usaha satu perusahaan.

Merujuk situs resmi OJK, sanksi pembekuan jatuh ke PT Sarana Sultra Ventura, PT Modal Nusantara Ventura, PT Vasham Kosa Sejahtera dan PT Sosial Entrerprener. Sedangkan yang dicabut adalah PT Pertamina Dana Ventura.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK Anggar B. Nuraini bilang, apabila izin usaha dicabut, mereka dilarang beroperasi dan pengurus harus menyelesaikan sejumlah kewajiban.

"Kalau dibekukan, maka kami diberikan kesempatan memenuhi ketentuan dan sanksi pembekuan bisa dicabut," kata dia.

Kepala Departemen Pengawas IKNB 2B OJK Bambang W. Budiawan menyebut, akan mengawasi langsung maupun tidak langsung. Saat ini, pengawasan modal ventura mengandalkan pengawasan berdasar kepatuhan.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvindo) Rimawan Yasin, untuk menentukan kredibilitas perusahaan modal ventura, di antaranya mendapatkan izin usaha OJK.

Setelah itu, perusahaan akan diawasi apakah sehat kinerja keuangan. "Perusahaan modal ventura setiap bulan memberikan laporan keuangan dan tata kelola perusahaan yang baik," jelas dia.

Merujuk data OJK hingga Juli 2018, tercatat 65 pemain modal ventura yang terdaftar di OJK. Artinya ada penambahan dua pemain dibanding akhir tahun lalu. Pertumbuhan juga terjadi pada penyaluran pembiayaan atau penyertaan modal ke perusahaan pasangan usaha.

Secara total pembiayaan modal ventura hingga Juli 2018 mencapai Rp 8,13 triliun, meningkat 19,2% dibandingkan periode sama tahun 2017 sebesar Rp 6,82 triliun. "Di sisi lain kinerja keuangan masih menunjukkan rentabilitas yang positif walaupun secara pertumbuhan sedikit melambat," kata Bambang. Ia berharap, tren positif ini terus berlanjut sampai akhir 2018.

Tapi modal ventura diakui menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya kewajiban memiliki portofolio penyertaan saham minimal 15% dari total kegiatan usaha.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved