Silangen Minta Koordinasi TPID Terus Meningkat

Koordinasi dan peran TPID harus ditingkatkan, sehingga ke depan kita akan mampu mengendalikan inflasi di Sulut dan 15 kabupaten kota lainnya.

Silangen Minta Koordinasi TPID Terus Meningkat
istimewa
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen membuka Rakor TPID se-Bolmong Raya di Sutanraja Hotel Kotamobagu, Rabu (26/9). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU-Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di provinsi maupun di kabupaten dan kota harus terus ditingkatkan, karena peran penting dalam menjaga inflasi.

“Koordinasi dan peran TPID harus ditingkatkan, sehingga ke depan kita akan mampu mengendalikan inflasi di Sulut dan 15 kabupaten kota lainnya,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen saat membuka Rakor TPID kabupaten dan kota se-Bolmong Raya yang bertempat Sutanraja Kotamobagu, Rabu (26/9).

Edwin menambahkan hal tersebut telah terbukti karena TPID Sulut menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo. Untuk penghargaan yang diraih dapat menjadi pemicu untuk tetap menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap terkendali.

Untuk itu, menurut Edwin yang juga sebagai Wakil Ketua TPID Provinsi Sulut, TPID baik di Sulut maupun kabupaten dan kota dinilai sudah 60 persen dianggap sukses dalam menjalankan fungsinya, oleh karena itu harus tetap semangat.

"Oleh karena itu, jika tanpa semangat, apapun konsep dan formulasi yang disiapkan pasti tak akan berhasil," ungkapnya.

Untuk itu jangan sampai terlena dengan penghargaan yang telah diterima, yang lebih penting dapat mengendalikan inflasi lebih rendah dari target nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo mengungkapkan upaya pengendalian inflasi kabupaten dan kota perlu dilakukan bersama, karena dampaknya cukup besar. Ada empat langkah yang harus diperhatikan yakni ketersedian stok, kejangkauan produk tersebut, kelancaran diatribusi serta komunikaai dengan masyarakat.

“Komunikasi dan edukaai penting, jangan sampai terjadi panic buying dari masyarakat," ungkapnya.
Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Marthedy Tenggehi mengatakan ada sebanyak 393 komoditas yang diamati.

"Di Kota Manado, yang sering memicu inflasi yakni cabai rawit, tomat sayur dan bawang merah," kata Marthedy.
Dalam rakor tersebut diikuti oleh Kotamobagu, Bolmong, Bolsel, Boltim dan Bolmut.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved