Obligasi Bank Mandiri Laku Keras di Pasar

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyelesaikan proses penerbitan obligasi dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan

Obligasi Bank Mandiri Laku Keras di Pasar
tribunnews
Nasabah Antre di Bank Mandiri 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyelesaikan proses penerbitan obligasi dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap III - 2018 senilai Rp 3 triliun. Obligasi dengan kupon 8,5% dan tenor lima tahun resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Senin, (24/9).

Direktur Treasury dan Institutional Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pada transaksi ini, perseroan ini menerima permintaan hingga Rp 4,092 triliun. Angka ini mencerminkan kelebihan permintaan alias oversubscribed sebanyak 1,36 kali.

"Hal ini menunjukkan bahwa persepsi investor terhadap kinerja Bank Mandiri secara keseluruhan masih positif," ujar dia.
Dalam aksi korporasi ini, Bank Mandiri menunjuk enam perusahaan sebagai penjamin emisinya. Masing-masing adalah Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Bahana Sekuritas.

PUB I Bank Mandiri Tahap III Tahun 2018 ini adalah bagian dari PUB I Bank Mandiri dengan total size Rp 14 triliun. Pada tahun 2016 dan 2017, perseroan telah menerbitkan obligasi masing-masing senilai Rp 5 triliun dan Rp 6 triliun. Penerbitan tersebut dilakukan dalam PUB I Bank Mandiri Tahap I dan Tahap II.

Darmawan menambahkan, seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan dipergunakan oleh bank mengembangkan usahanya, alias membiayai pendanaan untuk ekspansi kredit.

Pencarian dana melalui obligasi membuat struktur permodalan dari bank pelat merah ini semakin ciamik. Apalagi di saat rupiah cenderung melemah terhadap dollar AS.

Transaksi Hedging Swap Meningkat

Pelonggaran aturan transaksi hedging swap yang dilakukan Bank Indonesia berdampak ke meningkatnya bisnis perbankan di transaksi lindung nilai. Sebelumnya BI mempermudah persyaratan dokumen yang diperlukan sebagai aset underlying dalam transaksi lindung nilai.

BI mencatat sebelum adanya relaksasi hedging pada 15 Agustus lalu , posisi volume fx swap BI masih di bawah
US$ 1 miliar. Setelah adanya relaksasi hedging, yaitu kebijakan pricing baru, pada 13 September kemarin. posisi fx swap BI sudah melampaui US$ 5 miliar.

Peningkatan terbesar datang dari fx swap tenor dua bulan, enam bulan dan 12 bulan. Pribadi Santoso Kepala Group Pengelolaan Moneter BI mencatat sejak aturan dilonggarkan, volume transaksi hedging fx swap cukup tinggi. "Kami ke depan ingin mengoptimalkan transaksi hedging swap ini," kata Pribadi. Hal ini karena, menurut catatan BI, mayoritas hedging swap dilakukan di tenor pendek yaitu satu minggu.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved