Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

(VIDEO) Melihat Pembuatan Permen Gulali Tradisional yang Kini Semakin Hilang Ditelan Zaman

Saat sedang ngetop di zamannya, tak hanya digemari anak-anak, permen gulali yang umumnya berwarna merah dan hijau ini juga digemari orang dewasa.

Editor: Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID - Melihat Pembuatan Permen Gulali Tradisional yang Kini Semakin Hilang Ditelan Zaman

Wujudnya seperti lolipop, namun jajanan tradisional khas Indonesia ini memiliki bentuk yang unik dan beragam.

Permen yang terbuat dari adonan gula kental manis ini bisa dibentuk menjadi beranekaragam pilihan, seperti bentuk ayam, bunga, ataupun dot, sesuai permintaan pelanggan.

Saat sedang ngetop di zamannya, tak hanya digemari anak-anak, permen gulali yang umumnya berwarna merah dan hijau ini juga digemari orang dewasa.

Sebenarnya, cara pembuatannya cukup mudah, hanya dibentuk dengan tangan dan gunting, kemudian ditusuk dengan stik kayu dan beberapa menit kemudian adonan gula akan mengeras dan wujud permen tersebut menyerupai lolipop.

Bila dilihat kasat mata, proses pembuatannya terlihat cukup mudah, namun ternyata dibutuhkan keterampilan lebih untuk dapat membentuk adonan gula menjadi beragam bentuk pilihan.

Di era milenial seperti saat ini, penjual gulali sudah mulai sulit ditemukan, apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta.

Namun, masih ada beberapa penjual gulali yang masih bertahan dan menjajakan permen tradisonal ini berkeliling di sekitar kawasan Jatinegara.

Satu di antaranya ialah Mamang, ia menjual satu tangkai permen gulali tersebut sehari Rp2.000 hingga Rp3.000, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.

"Saya jual Rp 2.000 hingga Rp 3.000 saja, kalau mau nambah pakai krimer kental manis bisa, tapi nambah Rp 500," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com.

Dikatakan Maman, permen gulali buatannya dapat bertahan cukup lama, hingga seminggu lebih asalkan disimpan ditempat yang baik dan benar.

"Ini permennya bisa disimpan lama sampai seminggu lebih, dimakan juga masih enak, tapi harus disimpan yang benar," ujarnya.

Menurutnya,bila ingin disimpang lama, permen gulali tradisional itu cukup dimasukan ke dalam plastik, kemudian plastik tersebut diikat dengan kencang.

"Kalau mau awet masukan saja dalam plastik, kalo enggak gitu kena angin bisa meleleh, kalau dimasuk kulkas malah enggak enak nanti kalu mau dimakan," kata Maman.

Meski penjual gulali sudah sulit untuk ditemukan, namun peminatnya cukup banyak, masih sering diburu oleh orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan jajanan masa kecilnya.

"Peminatnya sih masih banyak, selain anak kecil, ada beberapa orang yang katanya sengaja beli karena ingat masa kecil dulu," ucap dia. (*)

Berita ini sudah dimuat Tribun-Video dengan judul Melihat Proses Pembuatan Permen Gulali Tradisional yang Kini Semakin Hilang Ditelan Zaman

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved