Bupati Talaud: Saya Siap Dipecat, Tapi,
Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip (SWM) keluar dengan mimik wajar datar dari ruang Ketua DPRD Sulut, Senin (24/09/2018).
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Indry Panigoro
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip (SWM) keluar dengan mimik wajar datar dari ruang Ketua DPRD Sulut, Senin (24/09/2018).
Tak ada senyum di wajahnya usai pertemuan dengan Dirjen Otonomi Daerah Sony Sumarsono dan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.
SWM menghadiri Paripurna HUT Provinsi Sulut ke-54 sebagai undangan, ia kemudian diundang untuk pertemuan tertutup dengan Dirjen OTDA dan Gibrnrur di ruang kerja Kerja DPRD.
Momen itu dimanfaatkan juga untuk penyerahan surat ultimatum dari Mendagri untuk mengembalikan posisi ratusan PNS yang ia mutasi usai Pilkada Talaud 2018.
Sri menggenakan pakaian adat Talaud berwarna merah muda, lengkap dengan mahkota bak ratu. Sebuah selempang membentang silang di bahunya tertera tulisan Ratun Taloda.
Ketika dicegat wartawan untuk wawancara, nada jawaban SWM pun terdengar ketus, sesekali juga terlihat senyum di bibirnya.
Ia mengatakan, pertemuan dengan Dirjen OTDA dan gubernur cuma pertemuan biasa
"Cuma bacarita biasa, bacarita kekeluargaan," ujar dia.
Wartawan kemudian mendesak pertanyaan soal rencana pemecatan sebagai bupati, buntut dari mutasi besar-besaran yang ia lakukan.
Ia mengaku siap saja dipecat
"Saya siap dipecat tapi lihat dulu," kata dia.
Soal surat dari Mendagri, Bupati SWM awalnya membantah sudah menerima, belakangan ia mengakui.
"Loh belum tahu, surat belum ada," ujarnya.
Tak berapa lama ia meralat.
"Baru diterima, apapun yang terjadi tanggungjawab saya di daerah," kata SWM.
Bupati Talaud mengaku, akan ada saatnya dia memberikan klarifikasi.
"Nanti saja, lihat klarifikasinya, nanti saja," ujar dia sembari berlalu menaiki lift di Kantor Dewan. (ryo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sri-wahyumi-manalip_20180727_151915.jpg)