Nilai Impor Bahan Bakar Sulut Juli 2018 Mengalami Peningkatan hingga Lima Kali Lipat

Bahan bakar mineral masih menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada Juli 2018.

Nilai Impor Bahan Bakar Sulut Juli 2018 Mengalami Peningkatan hingga Lima Kali Lipat
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
BPS Sulut 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bahan bakar mineral masih menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada Juli 2018.

Itu menggeser posisi bahan dari besi dan baja yang menjadi posisi teratas pada bulan sebelumnya.

Nilai impor bahan bakar mineral mengalami peningkatan yang besar sejak bulan Juni yang mencapai angka 1,215 juta USD, naik menjadi 7,177 juta USD pada bulan Juli atau 51,48 persen dari total impor 13,942 juta USD.

"Kenaikannya mencapai lima kali lipat dari bulan Juni," jelas Ateng Hartono Kepala BPS Sulut, Jumat (21/9/2018).

Sementara golongan barang yang bernilai impor terbesar kedua adalah mesin pesawat, pesawat mekanik, nuklir yang mencapai 3,293 juta USD atau 23,62 persen.

Disusul benda-benda dari besi dan baja yang memiliki nilai impor 692 ribu USD atau 4,97 persen. Kemudian besi dan baja memiliki nilai impor 432 ribu USD atau 3,10 persen.

Sementara bahan kimia anorganik memiliki nilai impor 340 ribu USD tau 2,44 persen, dan sari bahan semak bernilai impor 245 ribu USD atau 1,78 persen.

Sedangkan lemak dan minyak hewan dan nabati bernilai impor 183 ribu USD atau 1,32 persen, disusul produk keramik dengan nilai impor 177 ribu USD atau 1,28 persen.

Plastik dan barang plastik menjadi peringkat sepuluh pada tingkatan nilai impor dengan total 165 ribu USD atau 1,19 persen.

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved