Risiko Melawan Pemerintah Rusia, Cacat atau Mati Secara Tragis, Vladimir Putin Dicurigai

Pemimpin negara itu, Vladimir Putin dicurigai berperan dalam kasus pembunuhan para pembelot Rusia, meski dia mengelaknya.

Risiko Melawan Pemerintah Rusia, Cacat atau Mati Secara Tragis, Vladimir Putin Dicurigai
Nasib Pembelot Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib para pembangkang Rusia memang kerap berakhir tragis, baik cacat maupun tewas terbunuh.

Pemimpin negara itu, Vladimir Putin dicurigai berperan dalam kasus pembunuhan para pembelot Rusia, meski dia mengelaknya.

Salah satu pembelot yang bernasib tragis adalah Alexander Litvineko, mantan anggota KGB yang meninggal dalam beberapa minggu setelah minum teh.

Belum lagi para wartawan yang memberitakan hal buruk mengenai Putin, mereka juga bernasib tragis.

Kejadian sama yang melibatkan racun terulang kembali.

Seorang anggota band provokatif tentang kondisi politik Rusia, Pussy Riot, kemungkinan besar diberi racun yang merusak sarafnya, kata dokter.

Pyotr Verilov, warga negara Rusia dan Kanasa, adalah sekutu dekat band tersebut dan dia bekerja sebagai juru bicara.

Dia pingsan di Moskow pekan lalu, kemudian kehiangan penglihatan, kemampuan berbicara, dan kemampuan berjalan, menurut surat kabar Jerman, Bild.

Kondisinya membaik dan tidak lagi dianggap berbahaya untuknya.

Pria berusia 30 tahun ini dikenal karena menerbitkan Mediazona, situs berita online yang berfokus pada pelanggaran hak asasi manusia Rusia.

Halaman
1234
Editor: Valdy Suak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved