Dikira Kerja di Salon, Gadis Ini Kaget Saat Tahu Dijual Teman Sendiri, Curiga Lihat Alat Kontrasepsi

Tiba di wilayah paling timur Indonesia itu, NE kaget bukan kepalang ketika akan mengikuti 'pelatihan', dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Dikira Kerja di Salon, Gadis Ini Kaget Saat Tahu Dijual Teman Sendiri, Curiga Lihat Alat Kontrasepsi
Korban perdagangan manusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua wanita ini sudah bersahabat sejak enam tahun lalu. Tapi entah kenapa, Febi tega 'menjual' sahabatnya berinisial NE (19).

Kisah pilu ini bermula dari tawaran Febi terhadap NE agar bekerja di Sorong, Papua Barat.  NE pun menerima permintaan sahabatnya itu, apalagi bekerja di salon dan semua biaya keberangkatan ditanggung.

Singkat cerita, mereka berdua berangkat ke Sorong melalui Bandara Radin Inten Lampung. Di Bandara, NE melihat ada suami Febi dan seorang lagi asal Lampung Timur.

Tiba di wilayah paling timur Indonesia itu, NE kaget bukan kepalang ketika akan mengikuti 'pelatihan', dengan menggunakan alat kontrasepsi

Petugas Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung turun tangan.

Saat ini Polda tengah menangani kasus dugaan perdagangan manusia yang dipekerjakan sebagai terapis di salon plus-plus di sebuah spa di Sorong.

Kasus ini terkuak setelah adanya laporan dari MN (42), warga Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, yang kehilangan putrinya, NE.

NE diduga dijual temannya sendiri untuk melayani pria hidung belang sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Sorong.
Berselang tiga hari, MN mengetahui putrinya sudah berada di Sorong.
Ia kaget begitu mendapat kabar NE bekerja di sebuah panti pijat plus-plus.

MN baru mengetahui putrinya bisa ke Sorong lantaran mendapat tawaran dari Febi (19), warga Garuntang, Telukbetung Selatan.

MN pun melaporkan Febi dengan laporan nomor LP/B-1377/IX/2018/LPG/SPKT tanggal 14 September 2018. Febi pun dijemput polisi.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved