Menggunakan Ponsel Pintar, Penghuni Lapas Bebas Lakukan "Video Call"

Mereka bebas berkomunikasi dengan siapa saja. Bahkan HP yang mereka pegang bukan model zaman dulu melainkan sudah kelas ponsel pintar atau smartphone.

Menggunakan Ponsel Pintar, Penghuni Lapas Bebas Lakukan
net
Handphone 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan masih bisa menggunakan telepon seluler.

Mereka bebas berkomunikasi dengan siapa saja. Bahkan HP yang mereka pegang bukan model zaman dulu melainkan sudah kelas ponsel pintar atau smartphone.

Temuan ini ketika Kompas.com melihat langsung percakapan melalui panggilan video ( video call) antar-penghuni lapas. Perbincangan tersebut terlihat di beberapa sudut dalam lapas.

RZ, narasumber yang ditemui Kompas.com mengakui, di dalam lapas masih bebas menggunakan smartphone. RZ tergolong sering berhubungan menggunakan ponsel dengan penghuni lapas.

"Terkadang mereka ada yang keluh kesah, konsultasi perkara hukum dan obrolan lepas lainnya," terang RZ yang disebut lengkap identitasnya, Senin (27/09/2018).

Staf Humas Lapas Pamekasan, Syaifur Ramadhon saat dikonfirmasi mengatakan, penghuni lapas dilarang keras menggunakan ponsel apalagi memilikinya.

Lapas sudah memfasilitasi penghuni lapas dengan wartelpas (warung telekomunikasi pemasyarakatan). Wartelpas bebas digunakan semua warga binaan, namun tetap dalam pengawasan petugas agar mereka bisa komunikasi dengan kerabatnya.

"Terima kasih infonya kalau ada penghuni lapas yang pegang Hp. Nanti akan kami sikapi. Lapas secara rutin melakukan penyisiran dua kali dalam sepekan ke setiap blok, untuk mencari barang yang dilarang seperti Hp, sajam dan narkoba," terang Syaifur Ramadhon.

Syaiful menambahkan, bagi penghuni yang masih menyimpan ponsel hanya belum apes dan luput dari pemeriksaan. Dalam waktu dekat, ponsel tersebut dipastikan akan ditemukan juga.

Sebab, sampai pertengahan September ini, sudah ada 15 ponsel yang diamankan. Ponsel tersebut ditemukan di blok tahanan narkoba, kriminal dan napi tindak pidana korupsi.

Menurut Syaifur, ada dua kemungkinan ponsel itu muncul di dalam lapas. Pertama karena ada keluarga napi yang lolos saat pemeriksaan. Lolosnya di pemeriksaan bisa terjadi ketika pengunjung sedang membeludak. Sebab, pemeriksaan petugas dilakukan dengan cara manual dan kasat mata.

Kedua, ponsel masuk ke lapas karena dilempar dari luar. Lapas Pamekasan kurang ideal karena diapit jalan raya, dan memudahkan orang melemparkan barang ke dalam lapas.

"Petugas sering menemukan bungkusan dan ponsel di luar halaman blok. Kami musnahkan karena barang tersebut tidak bertuan," ungkapnya.

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved