Foto Produk Perlu untuk Jualan Online: Pelaku UMKM Sulut Terbantu

Jendela Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mendorong pengembangan UMKM agar dapat bersaing dengan daerah lain.

Foto Produk Perlu untuk Jualan Online: Pelaku UMKM Sulut Terbantu
TRIBUN MANADO/HERVIANSYAH
Workshop Kapabilitas dan Kapasitas UMKM Sulut di Kantor Perwakilan BI Sulut, Jumat (27/4/2018). 

BI Prediksi Neraca Dagang Agustus Defisit Lagi

Tren defisit pada neraca perdagangan, diperkiraan masih akan berlanjut hingga Agustus tahun ini. Meski pada bulan tersebut, musim Ramadan dan Idul Fitri telah terlewati.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, kinerja defisit neraca dagang bulan lalu yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (17/9) besok, akan lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Meski masih defisit, Dody memperkirakan besarannya masih lebih rendah dari Juli yang sebesar 2,03 miliar dolar AS.

"Kami lihat sudah ada gambaran positif, paling tifak kalau ada defisit maka defisitnya lebih kecil dari 2 miliar dolar," kata Dody, Jumat (14/9/2018).

Untuk diketahui, defisit neraca dagang Juli menjadi defisit terbesar yang dicatatkan Indonesia setelah Juli tahun 2013 lalu. Catatan BPS, defisit neraca dagang Juli 2013 mencapai 2,3 miliar dolar.

Baik ekspor maupun impor di Juli 2018, mengalami kenaikan yang tinggi. Namun, tingginya kenaikan ekspor tak mampu menandingi tingginya impor pasca Lebaran lalu.

Di Juli 2018, nilai ekspor tercatat sebesar 16,24 miliar dolar, naik 25,19 persen dibanding bulan sebelumnya dan naik 19,33 persen year on year (yoy). Sementara itu, nilai impor Juli 2018 tercatat sebesar 18,27 miliar dolar atau naik 62,17 persen dibanding bulan sebelumnya dan tumbuh 31,56 persen yoy.

Baik impor konsumsi, bahan baku, maupun barang modal meningkat dibanding bulan sebelumnya. Namun, kenaikan tertinggi terjadi pada impor barang konsumsi dan barang modal.

BPS mencatat, impor barang konsumsi pada Juli sebesar 1,72 miliar dolar, naik 70,5 persen dibanding Juni 2018 dan tumbuh 60,75 persen yoy. Sementara itu, impor barang modal tercatat 2,88 miliar dolar, naik 71,95 persen secara bulanan dan tumbuh 24,81 persen yoy. Sedangkan impor bahan baku yang mencapai 13,67 miliar dolar, naik 59,28 persen dibanding Juni dan tumbuh 30,07 persen yoy. (kontan/amg)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved