Akibat Tekanan Ekonomi, Seorang Warga Bolmong Nekat Gantung Diri

Peristiwa gantung diri terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin (17/09/2018)

Akibat Tekanan Ekonomi, Seorang Warga Bolmong Nekat Gantung Diri
ist
Israel Ferry Giantang (30) asal Desa Pasir Putih ditemukan istrinya Delfina Manosoh (25) sudah tergantung di pohon mangga dengan seutas tali nilon warna biru di belakang rumahnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Peristiwa gantung diri terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin (17/09/2018) subuh sekitar 02.30 wita.

Israel Ferry Giantang (30) asal Desa Pasir Putih ditemukan istrinya Delfina Manosoh (25) sudah tergantung di pohon mangga dengan seutas tali nilon warna biru di belakang rumahnya.

Saat ditemukan, korban memakai kaos warna merah dan celana jeans warna biru.

Entah apa yang dibenak Israel Ferry Giantang hingga nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Dugaan sementara, korban melakukan perbuatannya dikarenakan tekanan hidup atau permasalahan kebutuhan ekonomi.

Menurut penuturan istri korban Delfina Manosoh (25), kronologis kejadian bermula pada Minggu (16/9/2018), sekitar pukul 23.00 wita, ia bersama korban serta kakak korban Elisabet Giantang, pergi melihat acara muda mudi yang berada tak jauh dari rumahnya.

Namun, karena sudah mengantuk, sekitar pukul 00.30 wita, Delfina bersama korban dan kakak korban kembali pulang ke rumah. Sesampai di rumah Delfina bersama kakak korban langsung tidur sedangkan korban masih berada di luar rumah.

“Sekitar pukul 01.30 wita saya tiba-tiba terbangun dan suami saya tidak berada di samping saya. Lalu saya keluar dari kamar untuk mencari suami saya sampai ke lokasi pelaksanaan acara muda mudi, namun suami saya tidak ada,” ujar Delfina.

Lanjut Delfina, saat kembali ke rumah, ia terkejut melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon mangga belakang rumah. Sontak saja, ia langsung berteriak minta tolong.

Sementara, Elisabet Giantang (35), mengaku terkejut karena mendengar suara teriakan adik iparnya dari arah belakang rumah.

Saat ini, korban sudah berada di rumah duka. Pihak keluarga tidak keberatan atas kematian korban dan menerima musibah yang terjadi.

Kapolsek Sang Tombolang AKP Rusdin Zima saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus gantung diri di Desa Pasir Putih.

"Ini adalah murni kejadian gantung diri dugaan karena tekanan ekonomi," ujarnya.

Ia berharap masyarakat lebih dewasa lagi dan mendekatkan diri kepada Allah agar keimanan semakin kuat. "Jangan sampai karena ada permasalahan ekonomi, kemudian mengakhiri hidup dengan gantung diri. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan menambah masalah baru," jelasnya. (Kel)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved