Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

7,5 Tahun Dipenjara di Turki, Mantan Tentara Inggris Ini Mohon Bantuan Pemerintah

Joe Robinson yang menghadapi hukuman 7,57 tahun di Turki mengeluarkan permohonan bantuan dari pemerintah Inggris.

Editor: Indry Panigoro
(.)
Ilustrasi penjara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Joe Robinson yang menghadapi hukuman 7,57 tahun di Turki mengeluarkan permohonan bantuan dari pemerintah Inggris.

Sky News mewartakan Minggu (16/9/2018), Joe Robinson adalah mantan tentara Inggris yang ditangkap saat berlibur di Turki pada tahun lalu.

Namun, dia justru ditangkap atas tuduhan bertempur bersama dengan Unit Perlindungan Rakyat Suriah Kudistan (YPG) yang melawan ISIS di Suriah.

Sebagai informasi, Turki bermusuhan dengan YPG karena memiliki hubungan dengan Partai Buruh Kurdistan, yang memperjuangkan otonomi Kurdi di negara tersebut.

Robinson mengaku, dia bekerja sebagai petugas medis militer di Suriah dan tidak melakukan operasi apa pun dengan YPG.

Mantan tentara Inggris, Joe Robinson, menghadapi hukuman 7,5 tahun penjara di Turki. (Facebook via The Daily Star)
Mantan tentara Inggris, Joe Robinson, menghadapi hukuman 7,5 tahun penjara di Turki. (Facebook via The Daily Star) (ist)

"Saya hanya di Suriah selama sebulan," kata pria berusia 25 tahun itu.

"Saya hanya seorang petugas medis. Saya membantu merawat warga sipil yang terluka yang terperangkap dalam pertempuran," imbuhnya.

"Saya tidak ingin menghabiskan 7,5 tahun di penjara untuk kejahatan yang saya tidak lakukan," ucap Robinson.

Sebelum ditangkap, Robinson diikuti oleh penguntit yang kerap mengganggunya di Facebook, mengacaukan situasi, dan bilang ke polisi bahwa dia merupakan teroris.

Dia kecewa dengan tanggapan pemerintah Inggris yang tidak ingin mendalami kasus yang menimpanya.

"Kantor kementerian luar negeri tidak tertarik menangani kasus saya," katanya.

Kini, dia berada dalam kondisi tertekan baik secara emosional, mental, dan fisik.

Selama ditahan, dia tidak bisa meninggalkan Turki atau mendapatkan visa sehingga dia tidak bisa bekerja.

"Hubungan antara Turki dan Inggris berada dalam kondisi terbaik untuk waktu yang lama. Saya pikir itu bisa membantu saya keluar dari situasi ini," ucapnya.

 Penuli sVeronika Yasinta

Sumber Sky News
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved