Ketika Ketegangan Terjadi Antara Paspampres dan Pasukan Elit Israel, Pistol Menempel di Perut

Satu di antara peristiwa ketegangan yang terjadi pada saat Paspampres mengawal Presiden Soeharto di New York...

Ketika Ketegangan Terjadi Antara Paspampres dan Pasukan Elit Israel, Pistol Menempel di Perut
Paspampres 

Para pengawal Rabin tidak mau satu lift dengan Sjafrie dan para personel Paspampres.

Hal itu karena para pengawal Rabin menaruh kecurigaan pada Paspampres dan tidak percaya mereka ikut mengawal PM Israel itu untuk menemui Soeharto.

Jadi, mereka menolak satu lift bersama Sjafrie beserta dua personel Paspampres, kemungkinan khawatir Yitzak Rabin dicelakai.

Padahal, Sjafrie dan personel Paspampres lainnya sudah dikenalkan dalam protokol Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) PBB. Itu artinya mereka memang personel resmi pengamanan presiden Soeharto.

Akhirnya, terjadi adu mulut dan jibaku antara Sjafrie dengan kepala pengawal Rabin jebolan Mossad itu, karena dianggap melanggar protokol keamanan Paspampres.

Dalam gerakan refleks sangat cepat, pengawal Rabin tiba-tiba sudah mengeluarkan senapan otomatis Uzi yang diambil dari balik jasnya. Dia hendak menempelkan moncong senapan ke perut Sjafrie.

Dia juga mencengkeram leher Sjafrie dengan keras.

Namun, sebelum pengawal Rabin melakukan hal itu, Sjafrie sudah lebih dulu melakukannya.

Dengan gesit dan cepat, Sjafrie sudah menempelkan terlebih dahulu pistol Barretanya ke perut pengawal Rabin.

Kejadian menegangkan itu bahkan membuat PM Yitzak Rabin cemas, lantaran dua personel Paspampres lainnya juga sudah stelling siap menembak Rabin dan pengawalnya.

Halaman
1234
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved