Black September, Teroris yang Bikin Mossad Israel Kalang Kabut, Ini Kisahnya

ada juga operasi-operasi Mossad yang gagal tatkala musuh yang diincarnya ternyata memiliki kemampuan kontra intelijen yang lebih mumpuni.

Editor: Aldi Ponge
Black September 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Israel memiliki agen rahasia yakni, Mossad  yang terkenal sangat mumpuni.

Tapi ada juga operasi-operasi Mossad yang gagal tatkala musuh yang diincarnya ternyata memiliki kemampuan kontra intelijen yang lebih mumpuni.

Akibat operasi kontraintelijen yang dilancarkan oleh lawannya, korban yang tidak diharapkan di pihak militer Israel dan Mossad pun berjatuhan.

Khususnya ketika militer Israel menghadapi serangan terencana dari para pejuang Palestina yang dilancarkan secara gerilya atau di waktu dan tempat yang tidak terduga.

Baca: Sapi Merah Lahir di Israel Setelah 2.000 Tahun, Bangsa Yahudi Percaya Pertanda Hal Ini

Untuk mengantisipasi serangan tak terduga itu militer Israel pun selalu menerapkan kesiagaan tingkat tinggi di setiap obyek vital seperti bandara, lokasi pusat keramaian, wilayah perbatasan, dan lainnya.

Demikian pula para agen Mossad, terus berkeliaran dalam upaya mendeteksi secara dini serangan-serangan yang akan dilancarkan para pejuang Palestina.

Ketika para pejuang Palestina makin kesulitan untuk melaksanakan serangan teror terhadap pesawat-pesawat komersil Israel karena penjagaan demikian ketat, mereka mulai menyasar ke target di luar Israel.

Baca: Bukan Palestina, Dulu Kaum Yahudi Hampir Pilih Argentina Sebagai Tanah Air, Ini Kisahnya

Salah satu kelompok teroris Palestina yang paling gencar menyerang sasaran Israel adalah Black September.

Organisasi teroris yang dikeluarkan dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akibat tindakannya yang terlalu berani dan kejam.

Pasalnya sejumlah aksi Black September kadang malah merugikan rakyat Palestina yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya.

Baca: Kisah Komunitas Yahudi yang Hidup di Indonesia, Ada Sinagoge Berdiri Kokoh di Tondano

Tapi meskipun telah didiskualikasi dari PLO, Black September ternyata tetap melancarkannya aksinya.

Black September terbentuk dari kelompok perlawanan Palestina yang dalam perjuangannya memang menyukai ‘’garis keras dan kurang perhitungan’’, yakni Front Rakyat Untuk Pembebasan Palestina (Populer Front for the Liberation of Palestine/ PELP).

Salah satu aksi yang membuat rakyat Palestina dan dunia Arab berang adalah ketika PELP melancarkan pembajakan pesawat secara besar-besaran pada bulan September 1970.

PELP yang dipimpin oleh George Habash pada 10 September berhasil membajak tiga pesawat sekaligus yang sedang terbang di sebelah utara Aman, ibukota Yordania.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved